11 Pati TNI AU Terima Penghargaan Bintang Yudha Dharma Pratama, Termasuk Panglima Korpasgat

Jakarta, IDM – Sebanyak 11 perwira tinggi (Pati) TNI Angkatan Udara (TNI AU) menerima penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Yudha Dharma Pratama, salah satu tanda kehormatan tertinggi yang diberikan oleh pemerintah.
Pemberian tanda kehormatan didasarkan pada Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 TK Tahun 2026. Penghargaan diberikan sebagai wujud penghargaan atas dharma bakti luar biasa, kepemimpinan yang unggul, kecemerlangan strategi serta kontribusi nyata dalam meningkatkan profesionalisme dan kejayaan TNI.
Tanda kehormatan tersebut diserahkan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Selasa (14/4).
Baca Juga: TNI akan Kelola 216 Makam Pahlawan Nasional, Satu Berada di Malaysia
“Penghargaan ini dianugerahkan kepada individu yang telah mendarmabaktikan diri melampaui panggilan kewajiban dalam pelaksanaan tugas pembinaan dan pengembangan, serta menghasilkan karya yang manfaatnya dirasakan secara langsung oleh pemerintah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap KSAU.
Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam siaran pers yang dikutip Rabu (15/4), menyebutkan nama-nama 11 Pati TNI AU itu adalah Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat (Pangkorpasgat) Marsdya TNI Deni Muis, Panglima Komando Daerah TNI Angkatan Udara II (Pangkodau II) Marsda TNI M. Untung Suropati, serta Pangkodau III Marsda TNI Azhar Aditama.

Selanjutnya, Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) Panglima TNI Marsda TNI Basuki Rochmat, Asisten Personel (Aspers) KSAU Marsda TNI Yostariza, dan Asisten Perencanaan (Asrena) KSAU Marsda TNI Ian Fuady.
Baca Juga: Tiga Penerbang Muda TNI AU Ikuti Pendidikan Transisi XV Pesawat T-50i
Tiga Pati TNI AU lainnya adalah Marsda TNI Djoko Tjahjono (Ta Ahli Pengkaji Bidang Ketahanan Nasional Lemhannas), Marsda TNI Wajariman (Kepala Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Unhan), dan Marsda TNI Umar Fathurrohman (Ta Ahli Pengajar Bidang Kepemimpinan Lemhannas).
Nama-nama Pati lainnya adalah Marsda TNI Bob Henry P (Deputi Bidang Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas), dan Marsda TNI Yuwono Agung N (Dirjen Badan Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara Mahkamah Agung RI). Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada purnawirawan Pati, Marsda TNI (Purn.) Sri Hastuti.
Melalui penganugerahan ini, para penerima penghargaan diharapkan terus menjadi teladan dalam pengabdian, sekaligus menginspirasi prajurit TNI Angkatan Udara lainnya untuk memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa dan negara. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































