108 Prajurit TNI AD dan 3 Prajurit TNI AL Ikuti Pendidikan Peralatan di Puspalad

Jakarta, IDM - Sebanyak 111 orang siswa Pendidikan Kejuruan Bintara Abituren Dikmaba TNI AD (Dikjurbapal) terdiri dari 108 orang siswa Dikjurbapal TNI AD dan 3 orang Diktip (pendidikan titipan) TNI AL akan mengikuti pendidikan di Pusat Pendidikan Peralatan TNI Angkatan Darat (Pusdikpalad).
Mereka diterima langsung oleh Komandan Pusat Pendidikan Peralatan Puspalad (Danpusdikpal) Kolonel Cpl Octovianus Oskar Engelberth lewat upacara Pembukaan Pendidikan Kejuruan Bintara Abituren Dikmaba TNI AD (OV) tahun angkatan 2022 di Lapangan Rahman Pakaya Pusdikpal, Cimahi, Jawa barat, Kamis (16/2).
Dalam amanat tertulis Kepala Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat (Kapuspalad) Mayjen TNI Eko Erwanto yang dibacakan Danpusdikpal, Dikjurbapal abit Dikmaba TNI AD TA 2023 ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bintara siswa agar memiliki pengetahuan dan keterampilan sebagai bintara peralatan, yang didukung sikap dan perilaku sebagai prajurit Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, serta kondisi jasmani yang samapta.
Baca: Antisipasi Serangan Udara, Kolinlamil Latihan Pertahanan Pangkalan
"Diharapkan, kemampuan keluaran pendidikan mampu memelihara integritas kepribadian mengaplikasikan pengetahuan tentang komoditi peralatan, dan administrasi peralatan serta mampu memelihara kondisi jasmani yang samapta," kata Danpusdikpal. (rr)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































