106 Penerjun Trisula Ikut Latihan Terjun Payung Penyegaran Statik

Jakarta, IDM - Prajurit Denma Brigif 18 Kostrad, Denpandu Taikam melaksanakan latihan terjun payung penyegaran statik di wilayah pusat latihan tempur (Puslatpur) Marinir, Grati, Pasuruan, Jawa Timur pada Selasa (5/3).
Tujuan dari latihan ini adalah dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit yang berkualifikasi Para.
Baca Juga: Aksi Ratusan Taruna AAU Tingkat II Hadapi Kondisi Darurat dalam Latihan Wanatirta
Latihan yang diikuti oleh 106 penerjun Trisula ini dipimpin langsung oleh Danbrigif 18 Kostrad Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo yang bertindak sebagai perwira senior dan peterjun pelompat pertama.
Dalam penerjunan kali ini para penerjun mendapat kehormatan untuk menggunakan parasut buatan anak bangsa yakni “Parasut Garuda”.
Baca Juga: Latihan Alap Gesit, Denhanud 473 Kopasgat Berhasil Tembak Jatuh Helikopter Tempur Musuh
Para ksatria langit ini diterjunkan dengan menggunakan pesawat hercules C-130 milik skadron 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang menuju titik penerjunan di wilayah Puslatpur Marinir, Grati, Pasuruan. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































