HANKAM

100 Perwira TNI AD Dikirim ke Pakistan Ikuti Pendidikan Danyon-Danki

calon Danyon dan Danki
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan pengarahan kepada para calon Danyon dan Danki satuan Infanteri yang akan berangkat ke Pakistan di Markas Besar Angkatan Darat, Kamis (16/4). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Sebanyak 100 Perwira TNI AD akan dikirim ke Pakistan untuk mengikuti pendidikan Komandan Yonif (Danyon) dan Komandan Kompi (Danki).

Hal ini dipastikan saat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan pengarahan kepada para calon Danyon dan Danki satuan Infanteri di Markas Besar Angkatan Darat, Kamis (16/4).

Pada kesempatan tersebut, Maruli meminta agar setiap tugas yang diemban harus diselesaikan dengan kinerja terbaik, sebagai wujud tanggung jawab dan profesionalisme prajurit. Ia berharap setiap tantangan dan kendala di lapangan harus dihadapi dengan pola pikir yang solutif, serta direspons melalui kreativitas dan inovasi guna mencapai hasil optimal dalam setiap penugasan.

Baca Juga: Helikopter Airbus H130 Hilang di Sekadau, TNI Kerahkan 209 Personel

“Bagaimana berpikir keras untuk bangsa dan negara, bagaimana tugas selesai dengan baik, dan bagaimana semaksimal mungkin tugas kalian dapat diselesaikan,” kata Maruli.

Lebih lanjut Maruli menyampaikan bahwa setiap penugasan merupakan proses pembentukan karakter kepemimpinan prajurit dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks dan menuntut kesiapan tinggi.

calon Danyon dan Danki
(Foto: Dok. Dispenad)

Ia menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan kemampuan alutsista serta perlengkapan yang dimiliki, sehingga dapat dimanfaatkan secara efektif dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis.

Baca Juga: Pertamina Gandeng Pushidrosal Amankan Infrastruktur Bawah Laut, Obyek Vital Kini Masuk Peta

"Berkreasilah dengan baik, berinovasilah dengan baik. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar secara maksimal. Jadikan diri kalian prajurit yang unggul, sehingga mampu membawa satuan ke arah yang lebih baik,” kata Maruli.

Untuk diketahui, 100 perwira ini akan mengikuti pendidikan Danyon-Danki yang akan berlangsung pada 17 April hingga 28 Juni 2026 di Pakistan, dengan didampingi empat perwira peninjau.

Melalui pembekalan ini, diharapkan para calon Danyon dan Danki mampu menjadi pemimpin yang tangguh, profesional, dan inovatif, serta siap mengemban tugas demi mendukung kekuatan dan kemajuan TNI Angkatan Darat. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.