HANKAM

Helikopter Airbus H130 Hilang di Sekadau, TNI Kerahkan 209 Personel

Kodam XII:Tanjungpura dan Tim SAR
TNI AD dari Kodam XII/Tanjungpura mengerahkan 209 personel untuk mendukung operasi pencarian helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX. (Foto: Dok. Penkodam XII/Tpr)

Jakarta, IDM – TNI AD dari Kodam XII/Tanjungpura mengerahkan 209 personel untuk mendukung operasi pencarian helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX. Helikopter tersebut dilaporkan hilang kontak dan diduga jatuh di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4).

​Pangdam XII/Tanjungpura (Tpr), Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito melalui Asops Kasdam XII/Tpr, Kolonel Inf Ahmad Daud Harahap, menegaskan bahwa TNI AD berkomitmen penuh dalam misi kemanusiaan ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak.

Baca Juga: Pertamina Gandeng Pushidrosal Amankan Infrastruktur Bawah Laut, Obyek Vital Kini Masuk Peta

​"Atas perintah Pangdam XII/Tpr serta dari hasil briefing bersama Tim SAR gabungan, saat ini sudah diarahkan kepada jajaran untuk membantu pelaksanaan SAR ini," ujar Ahmad dikutip keterangan Penkodam XII/Tpr.

​Mengingat lokasi kejadian berada di wilayah teritorial Korem 121/Alambhana Wanawai, operasi perbantuan ini dipimpin langsung oleh Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Purnomosidi, dengan mengerahkan satuan-satuan kewilayahan dan tempur.

​"Pada saat ini sudah dilaksanakan perbantuan SAR dengan pimpinan langsung Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Purnomosidi, sebanyak 209 orang terdiri dari Kodim 1204/Sgu, Yonif TP 833/BD dan Yonif 642/Kps untuk membantu pelaksanaan pencarian. Mungkin saat ini sudah di posisi yang terdekat mudah-mudahan dapat untuk membantu menemukan heli," tambah Ahmad.

Baca Juga: Latihan Wanatirta, AAU Gembleng Fisik dan Mental Taruna Tingkat I sebagai Calon Perwira TNI AU

Berkat kerja keras dan upaya yang tidak kenal lelah dari Tim Pencari akhirnya membuahkan hasil. Tim dari Yonif 833/BD yang dipimpin oleh Mayor Inf Ikhwan berhasil menemukan titik jatuh helikopter di tengah medan yang sulit.

Mengingat kondisi cuaca yang ekstrem serta medan yang menantang, proses evakuasi terhadap kru dan badan heli dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari ini, Jumat (17/4). Saat ini, personel di lapangan telah mengamankan lokasi guna memastikan keamanan area hingga prosedur evakuasi dimulai. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.