HANKAM

Zeni TNI AD Terjunkan 44 Personel Atasi Bencana Radioaktif di Cikande

Ilustrasi Kompi Zeni Nubika
Ilustrasi Kompi Zeni Nubika TNI Siap Siaga Tanggulangi Kedaruratan Nuklir. (Foto: Dok. BRIN)

Jakarta, IDM – Kepala Pusat Zeni Angkatan Darat (Kapusziad), Mayjen TNI Budi Hariswanto mengatakan pihaknya telah mengirimkan 44 personel untuk mengatasi bencana radioaktif cesium-137 (Cs-137) di Cikande, Banten.

"Terkait dengan bencana yang terjadi di Cikande, kita sudah mengirimkan dua tim dari Satuan Detasemen Zeni Nuklir Biologi dan Kimia. Kita memiliki personel yang memiliki kemampuan itu dan didukung oleh alat peralatan yang sudah disiapkan, yang sudah diberikan oleh bangsa dan negara. Jumlahnya 44 orang, satu tim ada 22 orang," kata Budi di Pusziad, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (15/10).

Baca Juga: Wakil KSAU Soroti Empat Aspek Utama Jelang Hadirnya Alpalhankam Baru di TNI AU

Budi menjelaskan bahwa tim yang dikirim ini disesuaikan dengan permintaan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Dan saat ini, personel tersebut sedang bekerja di Cikande.

Sebelumnya, pemerintah melalui Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Sesium-137 (Cs-137) dan Kesehatan Pada Masyarakat Berisiko Terdampak, yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulfikli Hasan dengan Ketua Harian yaitu Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq bergerak cepat menangani kejadian khusus cemaran radiasi Cesium-137 (Cs-137) yang terdeteksi di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten.

Baca Juga: Kapusziad: Zeni Angkatan Darat akan Tambah Alat Teknologi Sesuai dengan Tipologi Wilayah

Satgas berhasil mengamankan 20 drum, 17 jumbo bag dan 3 pallet. Proses pengangkatan dan pengangkutan material terkontaminasi akan terus dilakukan hingga seluruh area yang terpapar radionuklida Cs-137 dinyatakan bersih.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan telah memeriksa 1.562 pekerja yang beraktivitas di kawasan industri dan wilayah sekitarnya hingga radius 5 kilometer. Mereka yang terindikasi terpapar radiasi telah diberikan obat prussian blue, penawar racun yang berfungsi mengeluarkan radionuklida Cs-137 dari dalam tubuh. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.