Zeni Bekali Infanteri Marinir Teknik Deteksi Ancaman dalam Latihan Handak

Jakarta, IDM – Prajurit Batalion Zeni (Yonzeni) 1 Marinir memberikan pembekalan materi dasar bahan peledak (handak) kepada prajurit Batalion Infanteri Yonif) 4 Marinir di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Jumat (21/11).
Latihan ini digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan prajurit menghadapi berbagai tugas di medan operasi, khususnya terkait pengenalan karakteristik bahan peledak, tingkat resiko, dan prosedur penanganan yang aman.
Baca Juga: Aster KSAU Tinjau Dapur SPPG Lanud Atang Sendjaja, Pastikan Layanan Pemenuhan Gizi Berjalan Optimal
Materi disampaikan oleh Serda (Marinir) Taufik Hidayat, bintara staf operasi Yonzeni 1 Marinir, didampingi Kopda (Mar) Rusbiyanto dari Kompi Zipur B. Keduanya memaparkan jenis-jenis bahan peledak yang sering ditemui dalam operasi tempur maupun tugas zeni, lengkap dengan prinsip penanggulangan dasar dan keselamatan.

“Tak hanya teori, para prajurit juga kami kenalkan dengan sejumlah peralatan penting, salah satunya alat fisher untuk mendeteksi logam atau potensi jebakan di lapangan,” jelas Taufik dalam keterangan Pasmar 1, dikutip Sabtu (22/11).
Selain itu, ia dan para prajurit Zeni menjelaskan penggunaan body armour sebagai bagian dari peningkatan perlindungan dan kesiapsiagaan personel.
Baca Juga: Aksi Sukhoi Skadron Udara 11 Paksa Pesawat Asing Mendarat di Lanud Sultan Hasanuddin
“Kami menekankan kepada prajurit Infanteri agar menguasai materi dasar ini, mengingat pemahaman terhadap handak tak hanya meningkatkan profesionalisme, tetapi juga menjadi kunci keselamatan diri dan satuan,” ujar Taufik.
Ia juga mengingatkan agar prajurit tetap disiplin, terus belajar, dan tidak meremehkan sekecil apa pun potensi ancaman saat bertugas di lapangan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































