Yonkesau Beri Pelayanan Kesehatan Pascabencana di Aceh Tamiang

Jakarta, IDM – Personel Batalion Kesehatan TNI Angkatan Udara (Yonkesau) memberikan pelayanan kesehatan pascabencana kepada warga terdampak di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.
Mereka tergabung dalam Satuan Tugas Kesehatan (Satgas Kes) Pusat Kesehatan (Puskes) TNI yang melibatkan sebanyak 321 tenaga kesehatan.
Baca Juga: Dua Kali Terbang, Pesawat TNI AL Angkut Ribuan Kilogram Bantuan ke Takengon Aceh
Ratusan personel itu terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, serta paramedis, dan disebar di wilayah Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat.

“Keterlibatan Yonkesau dalam Satgas Kes Puskes TNI sejalan dengan tugas TNI AU dalam operasi militer selain perang (OMSP) di bidang bantuan kemanusiaan, sebagai wujud kehadiran negara dalam mendukung pemulihan kondisi kesehatan masyarakat di daerah terdampak bencana,” jelas Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), dikutip dari siaran persnya, Jumat (26/12).
Baca Juga: Pengibaran Bendera GAM, TNI Utamakan Pendekatan Dialog
Pelayanan kesehatan Satgas Kes Puskes TNI telah berlangsung sejak 12 Desember 2025 dengan mencakup pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta dukungan kesehatan lapangan.
Layanan kesehatan diberikan melalui posko dan pelayanan keliling ke desa-desa yang berada jauh dari posko. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh layanan medis. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































