HANKAM

Yonkav 1 Kostrad Pamerkan Alutsista Strategis Leopard 2 RI dan Marder

Tank Leopard 2
Tank Leopard 2 (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Batalyon Kavaleri 1/Badak Ceta Cakti (Yonkav 1/BCC) Kostrad tampil menonjol dalam gelaran TNI AD FAIR 2025 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Dalam ajang yang mempertemukan publik dengan kekuatan pertahanan darat Indonesia, Yonkav 1 memamerkan dua alutsista strategis, tank tempur utama Leopard 2 RI dan kendaraan tempur infanteri Marder 1A3.

Kedua kendaraan tempur buatan Jerman ini menjadi tulang punggung kekuatan manuver dan daya gempur TNI AD, khususnya dalam mendukung tugas pokok menjaga kedaulatan dan integritas wilayah NKRI.

Baca Juga: Pangdam XII/Tpr Jenguk Ojek Online Korban Pemukulan Oknum Anggotanya

Tank Leopard 2 merupakan varian modifikasi dari Leopard 2A4 yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional TNI AD. Dirancang oleh Krauss-Maffei Wegmann, Leopard 2 RI menggabungkan daya tembak tinggi, perlindungan maksimal, dan mobilitas medan berat.

Leopard 2 RI disesuaikan dengan kebutuhan operasional TNI AD, tampil sebagai kekuatan pemukul utama. Dengan bobot tempur mencapai 67 ton, tank ini dipersenjatai meriam Rheinmetall smoothbore kaliber 120 mm dan dilengkapi sistem pengendalian tembakan digital serta kamera thermal. Mesin diesel MTU berkekuatan 1.500 PS memberinya kecepatan hingga 68 km/jam, menjadikannya tangguh di berbagai medan. Perlindungan modular dan kemampuan operasi Nubika (Nuklir, Biologi, Kimia) menegaskan bahwa Leopard bukan hanya kuat, tetapi juga adaptif terhadap ancaman modern.

Di sisi lain, Marder 1A3 hadir sebagai pendamping Leopard dalam operasi gabungan. Kendaraan tempur infanteri ini mampu mengangkut enam personel tempur dengan perlindungan baja lapis dan senjata otomatis kaliber 20 mm. Mesin diesel 600 hp memberinya daya jelajah hingga 500 km, menjadikannya ideal untuk mendukung mobilitas pasukan di garis depan.

Baca Juga: TNI AU dan RAAF Tingkatkan Kemampuan Maritime Domai Awareness lewat Latma Albatros 2025

Komandan Yonkav 1/BCC, Letkol Kav Ramdhani Akbar, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam mengenal lebih dekat kekuatan kavaleri TNI AD. Ia menekankan bahwa pameran ini bukan sekadar unjuk teknologi, tetapi juga sarana membangun kebanggaan nasional dan semangat juang prajurit.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya menampilkan alutsista, tetapi juga ingin menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap kekuatan TNI AD serta memperkuat semangat juang prajurit dalam mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Ramdhani dalam rilis resmi, Selasa (23/9).

TNI AD FAIR 2025 menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan antara militer dan masyarakat, sekaligus menunjukkan komitmen TNI AD dalam membangun kekuatan pertahanan yang adaptif, profesional, dan modern. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.