Yonif Tengkorak Miliki Komandan Batalyon yang Baru

Jakarta, IDM – Kepala Staf Brigade Infanteri 17/Sakti Budi Bhakti, Letkol Inf Kunto Adi Setiawan memimpin serah terima jabatan Komandan Batalyon yang baru di lapangan Sadelor Yonif Para Raider 305/Tengkorak, Karawang, Senin (7/7).
Secara simbolis, Kunto menyerahkan Tunggul Batalyon Yonif 305/Tengkorak kepada Danyon baru, Mayor Infanteri Yudi Susilo Yudhanto.
Baca Juga: 45 Awak Kapal Perang Ikut Pelatihan Perawatan Senjata Meriam dan Prosedur Misfire
Usai menyerahkan Tunggul Batalyon, Kunto memberikan apresiasi kepada komandan sebelumnya.
“Atas nama komando dan pribadi, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus atas dedikasi,” kata Kunto.
Sementara untuk Danyonif baru, kunto berpesan agar melanjutkan semangat pengabdian dengan penuh integritas.
“Seorang perwira Kostrad harus mampu melampaui panggilan tugas, siap menghadapi tantangan, dan mampu memberikan solusi terbaik dalam situasi apapun,” pesan Kunto.
Baca Juga: KSAU dan Panglima TUDM Bahas Peluang Kerja Sama hingga Pengembangan Kapasitas Personel
Yonif 305/Tengkorak adalah satuan tempur Kostrad yang memiliki kualifikasi raider. Satuan yang bermarkas di Karawang ini dikenal dengan julukan Tengkorak.
Julukan yang melekat kepada Yonif 305 disematkan karena keberanian dan keganasan dalam pertempuran. Mereka juga dikenal dengan moto “daripada menyerah, lebih baik mati bercermin sebagai tengkorak”. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































