Yonif Para Raider 330/TD Siapkan Pasukan untuk Dikirim ke Papua

Jakarta, IDM - Yonif Para Raider 330/Tri Dharma (TD) tengah menyiapkan pasukan untuk dikirim ke Papua. Menurut Danbrigif Para Raider 17/SBB Kolonel Inf Febi Triandoko saat memeriksa kesiapan pasukan mengatakan saat ini pasukannya standby siap siaga untuk dikirim kapanpun sesuai perkembangan situasi wilayah Papua.
"Yonif Para Raider 330/TD selalu siap sedia bergerak, kapan, dan dimana pun baik materil maupun personil apabila dibutuhkan oleh negara," kata Febi Triandoko.

Ia pun menekankan ke seluruh personil Yonif Para Raider 330/TD agar senantiasa selalu mendekatkan diri kepada Tuhan YME karena merupakan pondasi utama seorang prajurit dan selalu berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan.
Baca Juga: Kostrad Gelar Kegiatan Doa Bersama untuk Prajurit yang Sedang Tugas di Papua Hingga Lebanon
"Prajurit Yonif Para Raider 330/TD telah dilatihkan tentang proglat siap operasi dan latihan penyiapan pratugas, tingkatkan naluri tempur dan disiplin tempur, jangan ragu untuk bertindak langsanakan tugas sesuai SOP," kata Febi Triandoko. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































