Yonif 754/ENK Gelar Latihan Siap Tempur di Timika, Papua

Jakarta, IDM - Yonif Raider 754/Eme Neme Kangasi (ENK)/20/3 Kostrad menggelar latihan Uji Siap Tempur (UST) Tingkat Kompi, yang secara resmi dibuka oleh Komandan Brigif Raider 20/IJK/3 Kostrad selaku Komandan Latihan (Danlat) bertempat di lapangan Yonif Raider 754/ENK, Mimika, Rabu (11/10/2023).
Baca Juga: Danrem 162/WB : Kami Siap Sukseskan Event MotoGP 2023
Dalam keterangan resminya Penkostrad, Jumat, (13/10) Danbrigif Raider 20 mengatakan latihan ini akan diselenggarakan selama 4 hari bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan tempur, khususnya di medan operasi yang dilaksanakan oleh satuan Yonif Raider 754/Eme Neme Kangasi.
“Perhatikan faktor keamanan dalam latihan baik personel maupun material, jaga kerahasiaan dalam mencari, mendekati dan menghacurkan musuh dan harus tetap semangat dan gembira dalam melaksanakan latihan. Juga memperhatikan mencermati sekenario latihan agar diperoleh pemahaman yang mendalam dan melaksanakan tindakan yang diharapkan yang nantinya akan bermanfaat sebagai bekal dalam melaksanakan tugas operasi yang akan diemban dalam menjaga Kedaulatan NKRI di Ufuk Timur Indonesia,” kata Danbrigif. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































