Yonif 432 Gelar Latihan Menembak Senjata Kelompok

Jakarta, IDM – Prajurit Yonif 432 Kostrad melaksanakan Latihan Menembak Senjata Kelompok (Latbakjatpok) Lintas Lingkung (Linkung) di daerah latihan Dodiklatpur Bance’eBone, Sulawesi Selatan.
Kegiatan diawali dengan latihan exersisi di homebase, kemudian dilanjutkan dengan aplikasi di medan latihan selama dua hari, 25–26 November 2025.
Baca Juga: Bantu Korban Banjir, Lanud Soewondo Medan Dirikan Posko Terpadu dan Kerahkan Personel
Latihan menggunakan berbagai jenis senjata kelompok, antara lain mortir 60 CO, mortir 60 LR, dan mortir 81 TPL.
Latihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan awak senjata kelompok sesuai dengan TOP/DSPP yang berlaku, sekaligus mengoptimalkan kesiapan satuan dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok.
Komandan Latihan, Danyonif 432 Kostrad Letkol Inf Bambang Gatot Wibowo, menegaskan, kemampuan menembak merupakan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap prajurit untuk mendukung tugas pokok satuan.
“Oleh karena itu, kemampuan tersebut harus terus dipelihara dan ditingkatkan melalui pembinaan latihan yang terencana dan terprogram,” ujar Komandan Latihan dilansir dari rilis Penkostrad, Jumat (28/11). (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































