Yonif 115 Macan Leuser Bersihkan Lumpur Banjir di Kantor Majelis Pendidikan Daerah

Jakarta, IDM – Yonif 115 Macan Leuser membersihkan sisa banjir di lingkungan kantor Majelis Pendidikan Daerah (MPD) di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Sabtu (17/1).
Dandim 0117 Aceh Tamiang mengatakan, keterlibatan prajurit TNI AD menangani dampak banjir merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat.
Baca Juga: Gunakan 2 KRI, 1.980 Satgas Taruna Latihan Wreda Nusantara Diberangkatkan ke Aceh Tamiang
“TNI AD hadir untuk membantu percepatan pemulihan pascabanjir agar aktivitas pelayanan dan masyarakat dapat kembali berjalan normal,” ujar Dandim dikutip dari siaran pers TNI AD, Minggu (18/1).
Kegiatan ini merupakan respons cepat TNI AD dalam membantu percepatan pemulihan fasilitas perkantoran pascabanjir yang sempat mengganggu aktivitas pelayanan.
Baca Juga: Bantu Evakuasi, TNI AU Kerahkan Korpasgat ke Titik Jatuhnya Pesawat ATR 42-500
Prajurit Yonif 115 Macan Leuser turun langsung membersihkan endapan lumpur, sampah sisa banjir, serta menormalisasi saluran air agar lingkungan kembali bersih dan aman.
Aksi tersebut sekaligus menjadi wujud pembinaan teritorial TNI AD dalam memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah terdampak bencana. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































