Yonarmed 5/PG Terima Belasan Senpi Rakitan dan Amunisi dari Warga di Kaltim

Jakarta, IDM - Jelang purna tugas, Satgas Pamtas Yonarmed 5/Pancagiri (PG) kembali mendapatkan belasan senjata api rakitan dan munisi yang diserahkan warga Kampung Binaan personel Pos Long Apari Kampung Noha Tivab, Kec Long Apari, Kab. Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, Selasa (18/7).
Dalam keterangan tertulisnya diterima Kamis, (20/7) Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 5/Pancagiri, Letkol Arm Yan Octa Rombenanta mengatakan awalnya mendapat laporan dari Danpos Long Apari Lettu Arm Yanto Setiawan, bahwa warga Noha Tivab kecamatan Long Apari kembali menyerahkan 11 senjata api rakitan.
Baca Juga: KSAU Pimpin Sidang Pantukhir Catar AAU Tahun 2023
"Itu terdiri dari 7 pucuk penabur, 3 pucuk rakitan dan 1 pucuk jenis lantak serta 18 butir amunisi yang diserahkan ke Pos Long Apari melalui anggota pos Long Apari kepada Praka Mashar," kata Yan Octa.
Ia menjelaskan dengan kesadaran penuh, warga Noha Tivab yang berinisial MH (73) telah menyerahkan senjata rakitan miliknya serta mengajak masyarakat yang masih menyimpan senjata untuk menyerahkan senjata api rakitan tersebut kepada personel Satgas Pamtas. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































