Yonarmed 12 Gelar Pelayanan Kesehatan di Perbatasan RI-RDTL

Jakarta, IDM – Untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 menggelar pelayanan kesehatan di Posyandu Lakmars, Kabupaten Belu, NTT, Senin (2/2).
Komandan Pos Lakmars, Serka M. Zulfikri, mengatakan kehadiran Satgas bukan hanya menjaga keamanan di wilayah perbatasan, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Cerita Letkol Alicia, Komandan Kapal Perang Australia yang Pernah Belajar Tari Indonesia
“Kami berharap melalui kegiatan ini, kesehatan dan gizi anak-anak di wilayah perbatasan dapat terus terjaga sehingga mereka dapat tumbuh sehat dan kuat sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Zulfikri dalam rilis yang diterima, Selasa (3/2).
Personel Pos Lakmars, dalam kegiatan ini berkolaborasi dengan kader Posyandu setempat melaksanakan penimbangan balita sebagai upaya memantau perkembangan fisik dan kesehatan anak.
Baca Juga: Alasan HMAS Toowoomba Mulai Misi Keamanan Indo-Pasifik 2026 dari Jakarta
Selain itu, personel Satgas juga membagikan bubur kacang hijau kepada para balita untuk membantu pemenuhan gizi dan mencegah gangguan pertumbuhan sejak dini. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































