Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan Hidup, KSAU Lepas 100 Tukik di Pantai Jimbaran Bali

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo beserta Ketua Umum PIA Ardhya Garini melepas 100 ekor tukik (anak penyu) di Pantai Jimbaran, Bali, Minggu (27/8).
TNI AU menjalin kerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Provinsi Bali dalam menyelenggarakan kegiatan ini.
Baca Juga: Helikopter Loongbow Apache, Black Hawk dan Launcher Rocket HIMARS Diturunkan untuk Latma SGS 2023
Dilansir dari keterangan Dispenau, Senin (28/8), pelepasan tukik diharapkan menjadi langkah awal untuk mendukung perlindungan terhadap lingkungan laut secara keseluruhan, di mana hal tersebut tentunya menjadi tanggung jawab bersama, semua elemen masyarakat.
Selaras dengan harapan tersebut, kegiatan yang diinisiasi oleh TNI AU ini sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian TNI AU terhadap kelestarian lingkungan hidup, khususnya satwa penyu yang terancam punah di Pulau Dewata, Bali.
Baca Juga: Tutup Latma Safkar Indopura, KSAD: Kita Berbagi Pengalaman, Pengetahuan dan Teknik Bertempur
“Langkah ini menegaskan peran TNI AU dalam menjaga keberlanjutan alam dan mendorong kesadaran akan pentingnya keseimbangan ekosistem,” tulis TNI AU. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































