HANKAM

Wingdik 400/Matukjur Uji Ketangguhan Fisik dan Mental Ratusan Calon Bintara TNI AU dalam Latganda

Prasis Semaba PK Pria TNI Angkatan Udara
Ratusan Prasis Semaba PK Pria TNI Angkatan Udara (TNI AU) angkatan ke-57 yang mengikuti upacara pembukaan Latihan Berganda. (Foto: Dok. Instagram @wingdik400matukjur)

Jakarta, IDM – Wing Pendidikan (Wingdik) 400/Matukjur menguji ketangguhan fisik serta mental 609 prajurit siswa (Prasis) Sekolah Pertama Bintara Prajurit Karier (Semaba PK) Pria TNI Angkatan Udara (TNI AU) angkatan ke-57 melalui Latihan Berganda (Latganda).

Latganda merupakan tahap akhir pendidikan bagi para prajurit siswa yang selama ini menempuh pendidikan di Skadron Pendidikan (Skadik) 402 Wingdik 400/Matukjur. Melalui latihan ini, para prasis dituntut mengaplikasikan seluruh pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dalam skenario yang mendekati kondisi operasi sebenarnya.

Baca Juga: Membaca Strategi Perang Baru di Indo-Pasifik

Melansir berbagai sumber, materi utama latihan meliputi Ilmu Medan Peta dan Kompas (IMPK), Taktik Kesatuan Kecil (TKK), survival (bertahan hidup), lintas tebing dan penyeberangan basah, pertahanan pangkalan, serta tembak reaksi.

Prasis Semaba PK Pria TNI Angkatan Udara
Komandan Wingdik 400/Matukjur Kolonel Pas Heru Widodo membuka Latihan Berganda Prasis Semaba PK Pria TNI Angkatan Udara (TNI AU) angkatan ke-57. (Foto: Dok. Instagram @wingdik400matukjur)

Latihan Berganda dibuka secara resmi oleh Komandan Wingdik 400/Matukjur Kolonel Pas Heru Widodo di Lapangan Ksatrya Skadik 402, Jumat (1/5). Prasis akan menjalani latihan selama enam hari, sejak 1-6 Mei 2026.

Baca Juga: Daftar Lulusan Terbaik Perwira Remaja Diktukpa TNI AD 2026

Dalam amanatnya, Kolonel Pas Heru menegaskan bahwa Latganda merupakan tahapan penting dalam perjalanan pendidikan militer dasar para siswa. Untuk itu, mereka diharapkan dapat disiplin, kompak, serta memiliki daya juang yang tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan medan.

“Latihan ini tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter, sikap kejuangan, serta kesiapan mental untuk menjadi prajurit TNI Angkatan Udara yang Adaptif, Modern, Profesional, Unggul dan Humanis,” tegas Heru dikutip dari unggahan Instagram @wingdik400matukjur, Jumat (1/5). (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.