Warga Temukan Munisi Peninggalan Pemberontakan DI/TII saat Gali Kuburan di Majalengka

Jakarta, IDM - Warga Desa Sukadana Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka Minggu, (1/5) geger saat penggali kubur di TPU Blok Haurendeng menemukan munisi yang masih aktif di kedalaman 1,4 meter.
Menurut Dandim 0617 Majalengka Letkol Inf Danang Biantoro dalam keterangan resminya diterima Rabu, (3/5) munisi yang ditemukan tersebut kemudian dibawa pulang oleh Kepala Desa Sukadana Muhri Somantri ke rumahnya, selanjutnya penemuan Munisi tersebut dilaporkan ke Babinsa Koramil 1706 Bantarujeg Sertu Cecep Somantri.
Baca Juga: Pesan KSAU untuk Prajurit TNI AU: Tingkatkan Keselamatan Terbang dan Kerja di Satuan
Kepala Desa Sukadana sendiri langsung memerintahkan untuk menghentikan penggalian, selanjutnya bersama Kodim 0617 Majalengka mencari sisa-sisa munisi tersebut.

"Total ditemukan sebanyak 31 butir munisi aktif," kata Danang.
Kondisi munisi yang sudah berkarat susah sekali untuk dikenali, diduga munisi aktif teraebut peninggalan jaman DI/TII.
Baca Juga: KRI Banjarmasin-592 Debarkasi Personel TNI Pengamanan KTT ASEAN 2023
"Alhamdulillah sampai dengan saat ini kepercayaan masyarakat pada TNI masih sangat tinggi, hal ini dibuktikan dengan adanya penyerahan munisi yang ditemukan masyarakat, bekas peninggalan jaman DI/TII ke Koramil 1706/Bantarujeg," kata Danang.
Saat ini munisi aktif tersebut, diserahkan Koramil 1706 Bantarujeg ke Pihak Polres Majalengka untuk proses identifikasi. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































