Warga Sukarela Hibahkan Tanah untuk Bangun Markas Kopassus TNI AD

Jakarta, IDM – Seorang warga di Kabupaten Dumai, Provinsi Kepulauan Riau bernama Junaidi Zhang (Ayu) menghibahkan tanahnya untuk dibangun Markas Grup 3 Kopassus.
Dilansir dari keterangan Penkopassus, Selasa (25/11) serah terima tanah hibah tersebut diterima langsung Komandan Grup 3 Kopassus, Brigadir Jenderal TNI Bram Pramudia yang disaksikan Wali Kota Dumai H Paisal.
Baca Juga: Kabacadnas: Kehormatan dan Kesejahteraan Veteran Bagian Penting Kekuatan Moral Bangsa
Sebelum diserahkan, terlebih dahulu kedua pihak melakukan penandatangan berkas dokumen akta hibah.
"Grup 3 Kopassus sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Dumai, atas dukungan dan perhatian yang diberikan, serta penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Junaidi Zhang sebagai pemilik lahan atas kerelaannya menghibahkan tanahnya demi kepentingan bangsa dan negara," kata Bram.
Baca Juga: Tiga Prajurit Kopassus Raih Prestasi Kejuaraan Menembak Internasional AARM ke-33
Untuk diketahui Mako Grup 3 akan Dibangun di Kota Dumai sejalan dengan validasi organisasi di TNI, termasuk pembentukkan Kodam XIX/Tuanku Tambusai membawahi Provinsi Riau dan Kepri. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































