Warga Menangis Melepas Kepulangan Prajurit TNI AD Usai Bertugas di Aceh Tamiang

Jakarta, IDM – Warga Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, menangis melepas kepulangan prajurit TNI AD usai melaksanakan tugas kemanusiaan membantu penanganan banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (21/1).
Dilansir dari keterangan Dispenad, warga memeluk satu persatu prajurit sambil menangis. Mereka berterimakasih karena selama masa tanggap darurat tanpa lelah membantu membersihkan lingkungan, fasilitas umum, sekolah, rumah ibadah, hingga akses jalan yang terdampak banjir.
"Kebersamaan yang terbangun selama penugasan membuat perpisahan terasa berat, baik bagi warga maupun prajurit," tulis keterangan Dispenad.
Salah seorang guru SD Negeri 04 Kuala Simpang, Supaiah, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian prajurit TNI. Menurutnya, kehadiran prajurit tidak hanya membantu membersihkan sekolah, tetapi juga memberi semangat dan rasa aman bagi anak-anak.
Baca Juga: TNI AD Ungkap Ada Munisi dan Miras Ilegal Masuk di Perbatasan RI-Malaysia
Ungkapan serupa disampaikan warga setempat yang merasakan langsung manfaat kehadiran TNI dalam mempercepat pemulihan lingkungan dan aktivitas sehari-hari. Bantuan yang diberikan dinilai sangat berarti dan dilakukan dengan tulus serta penuh kepedulian.
Untuk diketahui selama menjalankan tugas kemanusiaan, prajurit TNI AD terjun langsung ke lokasi-lokasi terdampak, bergelut dengan lumpur dan sisa material banjir, serta menghadapi medan yang cukup berat. Kehadiran prajurit tidak hanya mempercepat pemulihan fisik lingkungan, tetapi juga memberi dukungan moril bagi warga yang sempat dilanda kecemasan akibat bencana. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































