Wamenhan RI Terima Kunjungan Officer-in-Charge of UN Women

Jakarta, IDM – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI M. Herindra menerima kunjungan Perwakilan PBB Officer-in-Charge of UN Women Ms. Pramila Patten di Kemhan, Jakarta, Jumat (18/3).
Kedatangannya kali ini, membicarakan yang terjadi di Myanmar dan telah menjadi perhatian khususnya sejak 2017, saat menjabat sebagai The United Nations Special Representative on Sexual Violence in Conflict.
Wamenhan RI menjelaskan, bahwa sikap Pemerintah Indonesia sampai saat ini masih berpegang teguh pada pentingnya implementasi 5 poin konsensus yang telah ditegaskan pula oleh Presiden RI Joko Widodo, untuk mengembalikan demokrasi di Myanmar melalui dialog inklusif.

Lima poin konsensus tersebut terdiri dari kekerasan harus segera dihentikan di Myanmar dan semua pihak harus menahan diri sepenuhnya. Kemudian, dimulainya dialog konstruktif antara semua pihak terkait untuk mencari solusi damai demi kepentingan rakyat. Poin berikutnya utusan khusus Ketua ASEAN akan memfasilitasi mediasi proses dialog dengan bantuan Sekretaris Jenderal ASEAN. ASEAN akan memberikan bantuan kemanusiaan melalui AHA Centre. Terakhir, utusan khusus dan delegasi akan mengunjungi Myanmar untuk bertemu semua pihak terkait. (Gin)
Hankam

Tindaklanjuti Instruksi Presiden, TNI Kembali Kerahkan Tim Penyuluh Karhutla ke Sumatra dan Kalimantan
TNI mengerahkan 289 personel Seskoad ke Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan untuk memperkuat edukasi preventif dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































