Wamenhan RI dan Wakasad Kunjungi Skadron 11/Serbu Lanumad

Jakarta, IDM - Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Letjen TNI Muhammad Herindra dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Bakti Agus Fadjari, melaksanakan kunjungan kerja ke Skadron-11/Serbu Lanumad Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah.

Dalam keterangan Penerangan Puspomad, pada Rabu (22/12) kunjungan kerja Wamenhan dan Wakasad tersebut dalam rangka menyaksikan penandatanganan berita acara dan penyerahan secara simbolis pengadaan overhaul Helikopter Bell 412 EP Noreg HA-5181 dan HA-5182 program pada PDN TA. 2021 kepada Puspenerbad yang diterima langsung oleh Danpuspenerbad Mayjen TNI Bueng Wardadi.

Penyerahan dua helikopter tersebut juga dihadiri oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, Kapolda Jateng, Irpuspenerbad, Irdam IV/Diponegoro dan Kapus Alpalhan Baranahan Kemhan.

Usai acara, Wamenhan RI Letjen TNI Muhammad Herindra dan Wakasad Letjen TNI Bakti Agus Fadjari beserta rombongan berkesempatan melakukan peninjauan untuk mengetahui kondisi Alutsista Puspenerbad yang ada di Skadron 11/Serbu Lanumad, Semarang. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































