HANKAM

Wamenhan Hadiri Pembahasan RUU Landas Kontinen di DPR RI

Wamenhan Hadiri Pembahasan RUU Landas Kontinen di DPR RI
(Biro Humas Setjen Kemhan)

Jakarta, IDM - Wakil Menteri Pertahanan M Herindra bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggonomenghadiri Rapat dengan Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang (Pansus RUU) Landas Kontinen, Selasa (12/11) di DPR RI, Jakarta.

RUU tentang Landas Kontinen dimaksudkan sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1973 tentang Landas Kontinen yang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan hukum serta kebutuhan pembangunan nasional. Keberadaan RUU ini juga merupakan landasan hukum yang sangat penting bagi penyelenggaraan Pertahanan Negara.

Rapat yang dilaksanakan secara tatap muka terbatas dan juga virtual tersebut dipimpin oleh Anggota DPR RI Maman Abdurrahman dan dihadiri oleh beberapa pejabat perwakilan dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Hukum dan HAM. (gin)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.