Wakili Kopassus, Praka Jingko Raih Penghargaan Siswa Terbaik di Australia

Jakarta, IDM – Mewakili Kopassus dan TNI AD, Praka Jingko Lewi Kase menjadi siswa terbaik dalam latihan militer lintas negara di Adelaide, Australia, Sabtu (29/6/2024).
Baca Juga: KSAU Bahas Isu Strategis hingga Kerja Sama Militer dengan Pimpinan Angkatan Udara Turki
Dilansir dari keterangan Dispenad, Kamis, (4/7) Praka Jingko berasal dari Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia merupakan satu-satunya perwakilan TNI AD yang lolos seleksi untuk mengikuti latihan Section Commander Course (Sub 1 Corporal Course) di Raaf Edinburgh, Adelaide, Australia.
Baca Juga: Latma Platoon Exchange Marinir Indonesia-AS Akan Digelar Selama 2 Pekan di Situbondo
"Dia berlatih selama kurang lebih 3 bulan bersama prajurit lain dari berbagai negara. Hasilnya, dia mampu membawa harum nama bangsa dengan meraih penghargaan sebagai Siswa Internasional Terbaik di Latihan Militer Lintas Negara tersebut dengan nilai excellent," tulis keterangan Dispenad. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































