Wakil Panglima: Kemhan dan TNI dalam Satu Komando Jaga Kedaulatan Negara

Jakarta, IDM – Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menegaskan saat ini Kementerian Pertahanan, Mabes TNI dan tiga matranya solid berada dalam satu komando untuk jaga kedaulatan negara.
Tandyo juga menyebut kekompakan menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan Tanah Air.
“Selama era reformasi dari tahun 98 sampai dengan 2025 ini saya mengalami semuanya dan inilah era yang menurut saya Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, Mabes Angkatan itu dalam satu komando,” tegas Tandyo di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/9).
Baca Juga: PT PAL Indonesia Pastikan Proyek Dua Kapal Filipina Sesuai Jadwal
“Bagaimana antara masing-masing matra dengan Mabes Angkatan dan Mabes TNI dan Kemhan itu satu suara, satu irama,” ungkapnya.
Tandyo menuturkan hal ini merupakan modal kuat untuk memelihara stabilitas dan keamanan guna menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.
Terpisah, Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto meminta seluruh pihak agar terus merawat persatuan serta tidak saling menyalahkan.
Baca Juga: TNI AU-RAAF Sepakati Peningkatan Kerja Sama Lewat Pertukaran Informasi hingga Latihan Bersama
"Komisi I, kita semua sepakat bahwa kita harus jaga betul persatuan dan kesatuan," ucap Utut.
Utut juga mengapresiasi sikap Presiden Prabowo Subianto yang selalu mengedepankan pendekatan merangkul. Utut menilai Presiden Prabowo ingin membawa bangsa menuju kemajuan.
“Bapak Presiden, nafasnya seperti disampaikan di Batujajar, adalah merangkul semua titik dan elemen bangsa. Bapak Presiden menginginkan kita ke depan maju, tidak saling menyalahkan," pungkas Utut. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































