Wakil KSAU Sebut Pemberian Nama Lanud adalah Refleksi Jati Diri dan Nilai Perjuangan

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara, Marsdya TNI Tedi Rizalihadi mengatakan bahwa pemberian nama pangkalan udara (lanud) merupakan keputusan strategis yang akan menjadi bagian dari sejarah TNI AU.
Wakil KSAU menegaskan hal tersebut saat memimpin rapat koordinasi pembahasan usul saran pemberian dua nama lanud dan gedung jajaran TNI AU.
“Lebih dari itu, nama lanud akan merefleksikan simbol kehormatan, jati diri, dan nilai perjuangan TNI AU,” kata Wakil KSAU di Mabesau, Jakarta, Senin (13/10).
Baca Juga: Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, dari Kadispenad Kini Jabat Sesmilpres
Selain itu, lanjut Wakil KSAU, nama yang dipilih harus mampu mengartikulasikan visi jangka panjang serta merepresentasikan karakter dan peran strategis masing-masing satuan.
“Oleh karena itu, penamaan kedua Lanud tersebut harus mampu menegaskan peran tersebut sekaligus memproyeksikan visi masa depan Angkatan Udara,” tegas Wakasau.
Wakil KSAU juga menyampaikan bahwa pemberian nama gedung juga memiliki makna strategis, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kepemimpinan dan patriotisme.
Baca Juga: Profil Mayjen TNI Bangun Nawoko, Pangdam XVI/Hasanuddin yang Baru
Seperti diketahui, rapat tersebut membahas pemberian nama bagi Lanud Gorda dan Lanud Rumpin, dua satuan yang baru saja diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, pada 12 September 2025 lalu.
Selain itu, turut dibahas pemberian nama untuk gedung eks Kampus IBN Kebon Nanas. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































