Wakil KSAU: Misi Pegase Dorong Peningkatan Kapabilitas dan Hubungan Bilateral

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakil KSAU) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi menilai bahwa Misi Pegase 2026, bersama Angkatan Udara dan Antariksa Prancis (French Air and Space Force/FASF) berbeda dibanding iterasi sebelumnya. Sebab, kini TNI AU untuk pertama kalinya mengerahkan pesawat tempur Rafale dan pesawat angkut A400M.
Pengoperasian platform yang sama menjadi momentum bagi kedua angkatan udara untuk saling bertukar pengalaman. Adapun, TNI AU melibatkan tiga unit Rafale dari Skadron Udara 12 dan dua pesawat A400M dari Skadron Udara 31.
Baca Juga: Waasops KSAU: Misi Pegase Tingkatkan Kapabilitas TNI AU dan Angkatan Udara Prancis
"Momen Pegase tahun ini sangat luar biasa berbeda, karena di tahun ini kita sudah mempunyai pesawat tempur yang sama, Rafale, dan juga sudah ada pesawat A400, sehingga kita di sini dapat meng-upgrade pengetahuan, dan kita melakukan latihan bersama," ujarnya di Terminal Selatan, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Rabu (23/9).
Bentuk latihan yang dilakukan berupa simulasi pengisian bahan bakar di udara (air to air refueling) dua pesawat Rafale TNI AU bersama pesawat tanker A330 MRTT dan tiga Rafale milik Prancis. Selain itu, sebanyak 10 personel Denmatra 1 Brigade Parako 1 Pasgat melakukan penerjunan statis dari pesawat angkut A400M TNI AU.
Baca Juga: Tekan Harga Pasar, Brigif 6 Kostrad Gelar Pasar Murah dan Bagi Bibit Pohon
Lebih lanjut, Tedi memandang latihan bersama tidak hanya meningkatkan kapabilitas TNI AU dan FASF tetapi juga memperarat hubungan bilateral. "Tadi sudah didiskusikan, ke depan kita akan lebih erat lagi dalam melakukan hubungan kerja sama," imbuhnya.
Pesawat angkut A400M dan pesawat tempur Rafale telah dioperasikan TNI AU selama satu tahun terakhir. Penyerahan unit kedua A400M dan enam unit Rafale, dari total akusisisi 42 unit pesawat tempur itu, resmi dilakukan pada 18 Mei lalu.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































