HANKAM

Wakil KSAL Sematkan Brevet Terjun Bebas kepada 27 Prajurit Kowal

Wakil KSAL Laksamana Madya Erwin S. Aldedharma
Wakil KSAL Laksamana Madya Erwin S. Aldedharma memimpin penutupan pelatihan terjun bebas yang diikuti 27 prajurit Kowal, di Sidoarjo, Selasa (26/11). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Madya Erwin S. Aldedharma, menyematkan brevet terjun bebas (free fall) kepada 27 prajurit Korps Wanita TNI AL (Kowal), di Sidoarjo, Selasa (26/11).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama I.M Wira Hady, mengatakan ke-27 prajurit Kowal tersebut berhasil mengikuti pelatihan terjun payung bebas, sejak Oktober lalu.

"27 prajurit Kowal ini telah berhasil mengikuti pelatihan terjun payung free fall selama 33 hari di bawah binaan para pelatih profesional dari Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar), Kodiklatal," kata Wira, dikutip dari keterangan Dispenal.

Baca Juga: Perkuat Diplomasi Militer, Puskersin TNI Gelar Military Attaché Gathering 2024

Adapun ke-27 prajurit Kowal tersebut berasal dari beberapa satuan TNl AL, antara lain dari Kodiklatal, Koarmada II, Koarmada III, Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).

Wakil KSAL Laksamana Madya Erwin S. Aldedharma
(Foto: Dok. Dispenal)

Kemudian, Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), Dispenal, Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VI, Lantamal VII, Lantamal VIII, Lantamal XII, Pasukan Marini (Pasmar) 2, Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari, Lanal Lhoksumawe, dan Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Manokwari.

Sebelum upacara penutupan yang dipimpin oleh Erwin, ke-27 prajurit Kowal ini melaksanakan penerjunan dari ketinggian 8.000 kaki di atas permukaan laut dengan menggunakan Pesawat NC212-200 Aviocar dari Skadron Udara 600 Wing Udara 2 Puspenerbal.

Baca Juga: Puncak Latma M2MC Torchlight-24, Taifib dan AS Laksanakan Operasi Khusus

Dalam sambutannya, Erwin mengucapkan selamat kepada seluruh peserta pelatihan yang telah berhasil menyelesaikan pelatihan terjun bebas Kowal dengan baik.

"Keberhasilan ini merupakan pencapaian yang patut dibanggakan, sekaligus membuktikan Kowal mampu menunjukkan keberanian, disiplin, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan berat," terangnya, dikutip dari keterangan Dispenal.

free fall
(Foto: Dok. Dispenal)

Lebih lanjut, Erwin menyampaikan pelatihan terjun bebas bukan hanya untuk fisik, tetapi juga sebuah pencapaian luar biasa Kowal tethadap keberanian, kedisiplinan, dan kerja sama tim yang tinggi.

Baca Juga: Kolinlamil Siapkan Prajurit untuk Pengamanan Pilkada 2024 di Jakarta Utara

"Teknik free fall menuntut keterampilan khusus dan mental yang kuat hal dalam itu sangat mendukung relevan tugas-tugas operasional mendatang TNI AL di masa yang akan datang," ujarnya.

Erwin menilai, Kowal terus menunjukkan eksistensinya sebagai prajurit yang profesional, tangguh, dan siap menjalankan tugas-tugas penting untuk menjaga kedaulatan maritim Indonesia sejak pertama kali dibentuk pada 1963 hingga saat ini.

"Pelatihan ini adalah wujud dari komitmen TNI AL untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan operasional. Saya berharap Kowal terus menjadi inspirasi bagi generasi muda wanita lndonesia dan teladan dalam melaksanakan tugas dengan penuh semangat serta dedikasi tinggi demi kejayaan TNI AL dan bangsa Indonesia," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.