Wakil KSAL Sematkan Bintang Jalasena Utama kepada Menhan dan Kepala BIN

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakil KSAL) Laksamana Madya Erwin S Aldedharma menyematkan penghargaan tanda kehormatan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra, Jakarta, Kamis (13/3).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama I.M Wira Hady, mengungkapkan tanda kehormatan yang diberikan kepada Sjafrie dan Herindra adalah Bintang Jalasena Utama.
Baca Juga: TNI AU Kerahkan Pesawat Tempur F-16 dalam Uji Coba Pengembangan Bom BNT-250
“Bintang Jalasena Utama merupakan tanda kehormatan untuk seseorang yang telah menunjukkan kemampuan, kebijaksanaan, dan jasa luar biasa melebihi panggilan kewajiban untuk kemajuan dan pembangunan TNI AL,” ungkap Wira dalam keterangannya, dikutip Jumat (14/3).
Selain tanda kehormatan Bintang Jalasena Utama, Sjafrie dan Herindra juga menerima Bintang Yudha Dharma Utama yang disematkan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, ‘Bintang Kartika Eka Pakci Utama’ oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, dan ‘Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama’ oleh KSAU Marsekal Mohamad Tonny Harjono.
Baca Juga: Terima Tanda Kehormatan Tertinggi dari TNI, Menhan Sjafrie: Suatu Kehormatan dan Kebanggaan
Keempat tanda kehormatan yang dianugerahkan melalui keputusan presiden kepada Sjafrie dan Herindra adalah penghargaan dari negara atas dasar darmabakti dan kesetiaan yang luar biasa terhadap bangsa dan negara. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































