HANKAM

Wakil KSAL: Implementasi Smart Defense Sangat Penting dalam Melindungi IKN

Implementasi Smart Defense Sangat Penting dalam Melindungi IKN
(Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM - Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakil KSAL) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, menyampaikan perlunya implementasi smart defense untuk penyesuaian strategi pertahanan negara secara menyeluruh dalam rangka melindungi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker pada seminar akhir Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Seskoal) angkatan ke-60 di Mako Seskoal, Jakarta, Kamis (27/10).

Dia melanjutkan, smart defense adalah pertahanan ibu kota yang berbasis teknologi, diplomasi, dan kearifan lokal yang terintegrasi sebagai bagian dari Strategi Pertahanan Laut Nusantara (SPLN) yang bersifat semesta dengan melibatkan seluruh komponen dan sumber daya nasional.

Implementasi Smart Defense Sangat Penting dalam Melindungi IKN
(Dok. Dispenal)

"Dalam perspektif geostrategis, ibu kota nusantara berada pada posisi yang strategis, namun demikian mengandung kerentanan terhadap ancaman," ujar Heri, dikutip dari keterangan Dispenal.

Selanjutnya, pertahanan negara Indonesia disusun dengan memperhatikan geografi sebagai negara kepulauan, maka pertahanan matra laut disusun dalam konsep SPLN yang ditata berdasarkan dinamika lingkungan strategis maupun kemampuan sumber daya nasional yang dimiliki.

"SPLN untuk mencegah niat dari pihak-pihak yang mengganggu kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, dan menanggulangi setiap ancaman aspek laut serta memelihara stabilitas keamanan perairan yurisdiksi Indonesia," kata Heri.

Heri melanjutkan, pertahanan laut nusantara yang disusun dalam pertahanan berlapis ialah rencana-rencana tindakan yang bertujuan menjamin sterilitas wilayah dari kekuatan musuh dengan mengoptimalisasi Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).

"Serta kolaborasi, integrasi dan keterpaduan kekuatan tri matra. Melibatkan seluruh sumber daya nasional untuk melaksanakan pengendalian laut, anti-akses, dan pencegahan," tuturnya.

Baca: TNI AL Bersama Pemprov Jawa Timur Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Sementara itu, Danseskoal Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi berharap kegiatan seminar akhir ini para peserta dapat pelajaran yang berharga.

"Semoga para Perwira Siswa dapat belajar dalam mengemukakan dan mempertahankan gagasan, maupun pendapat yang telah dirumuskan dan disusun," harapnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.