Wakil Asintel Kasgogabwilhan II Tinjau Daerah Rawan Perbatasan Indonesia-Malaysia

Jakarta, IDM – Wakil Asisten Intelijen Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II, Kolonel Inf Herman Subagyo Zaesohar mengunjungi wilayah perbatasan Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara.
Kedatangannya ke Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonarmed 11 ini adalah untuk melakukan koordinasi intelijen sekaligus peninjauan terhadap daerah-daerah yang dinilai rawan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Baca Juga: KSAL dan Angkatan Laut Australia Bahas Kerja Sama Operasi hingga Alutsista
Herman menekankan pentingnya sinergi antar satuan dan instansi terkait dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan, khususnya dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Wilayah perbatasan memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi kerawanan. Oleh karena itu, koordinasi intelijen yang kuat dan responsif menjadi sangat krusial,” ujarnya dalam rilis yang diterima Selasa (24/6).
Baca Juga: KSAU: Latihan Sikatan Daya Wujud Komitmen TNI AU Menjaga Kedaulatan Indonesia
Selain menerima paparan situasi dari Satgas Pamtas, Herman beserta rombongan juga meninjau langsung beberapa pos pengamanan serta berinteraksi dengan personel di lapangan guna mengetahui kondisi terkini dan kebutuhan operasional di wilayah tersebut. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































