HANKAM

Wakasau Tinjau Kesiapan Sistem Keamanan di Lanud Roesmin Nurjadin

Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi
Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi meninjau sistem keamanan (security system) di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi meninjau langsung kesiapan sistem keamanan (security system) di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu (1/4).

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memastikan keamanan pangkalan udara dapat berjalan optimal, seiring dengan tuntutan kesiapan operasional TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang semakin modern dan terintegrasi.

Untuk itu, menurut Tedi, sistem pengamanan pangkalan tidak bisa dipandang sebagai aspek pelengkap, melainkan fondasi penting dalam menjaga kelancaran operasi.

Baca Juga: TNI AD Gagalkan Penyelundupan Ganja di Perbatasan Papua

“Pengamanan pangkalan udara harus dilakukan secara menyeluruh, dengan memperhatikan berbagai potensi kerawanan serta kondisi lingkungan yang dapat memengaruhi operasional,” ungkap Tedi dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Jumat (3/4).

Ia kemudian menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi terkini untuk meningkatkan pengawasan sekaligus mendukung proses identifikasi dan investigasi apabila terjadi insiden, tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi
Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi memberi pengarahan saat meninjau sistem keamanan (security system) di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. (Foto: Dok. Dispenau)

Sebulan sebelumnya, Wakasau telah memimpin rapat yang secara khusus membahas perihal pembangunan sistem keamanan pangkalan yang bersifat menyeluruh, berlapis, serta terintegrasi.

Baca Juga: Pasmar 1 Marinir Resmikan Dua Batalyon Zeni Baru di Cilandak

Dalam rapat tersebut terungkap bahwa pembangunan sistem pengamanan terbaru di Lanud Roesmin Nurjadin diproyeksikan menjadi percontohan bagi pengembangan sistem pengamanan lanud-lanud lainnya.

“Modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) menuntut adanya sistem pengamanan pangkalan udara yang kuat, modern, dan terintegrasi guna meningkatkan efektivitas pengawasan serta pengendalian keamanan,” tegas Tedi kepada pejabat TNI AU dalam rapat tersebut.

Baca Juga: Diduga Prajurit TNI jadi Calo Casis, Kodam Pattimura Beri Penjelasan

Sebagai salah satu pangkalan udara strategis, Lanud Roesmin Nurjadin memang memegang peran penting. Pangkalan ini menjadi home base bagi pesawat tempur F-16 yang dioperasikan oleh Skadron Udara 16 serta pesawat tempur Rafale, yang baru tiba pada akhir Januari 2026 untuk memperkuat Skadron Udara 12.

Sebelumnya, Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin sempat mengoperasikan pesawat tempur Hawk 109/209 buatan Inggris. Namun, alutsista tersebut kini telah dipindahkan operasionalnya ke Lanud Supadio, Pontianak. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.