HANKAM

Wakasau Tegaskan Kualitas Personel Jadi Faktor Utama Kesiapan dan Profesionalisme TNI AU

Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi
Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi memimpin rapat koordinasi Satuan Tugas Pemenuhan Personel TNI AU 2026–2029. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi menegaskan bahwa salah satu faktor utama yang menentukan kesiapan dan profesionalisme TNI Angkatan Udara (TNI AU) yaitu kualitas personel.

Baca Juga: Dalam 50 Hari, TNI AD akan Bangun Jalan, Jembatan hingga Sumur Bor

Karena itu, kualitas personel TNI AU harus dijaga melalui proses pemenuhan personel yang dilakukan secara terencana, objektif, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, personel yang dihasilkan diharapkan mampu menjawab kebutuhan organisasi serta tantangan tugas di masa depan.

“Apa yang kita lakukan saat ini akan menentukan kualitas generasi penerus TNI Angkatan Udara agar tetap profesional, militan, dan mampu melaksanakan tugas secara optimal,” tutur Wakasau saat memimpin rapat koordinasi Satuan Tugas Pemenuhan Personel TNI AU 2026–2029 di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Senin (11/5).

Rapat koordinasi Satgas TNI AU
Rapat koordinasi Satuan Tugas Pemenuhan Personel TNI AU 2026–2029 yang dipimpin oleh Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi. (Foto: Dok. Dispenau)

Dalam rapat yang sama, Tedi turut mendorong adanya terobosan serta langkah-langkah out of the box untuk memenuhi kebutuhan personel TNI Angkatan Udara di tengah perkembangan lingkungan strategis yang terus berubah.

Baca Juga: TNI AL Bidik Helikopter Pemburu Kapal Selam hingga Pesawat Intai di Italia

Selain itu, Wakasau menekankan pentingnya perencanaan pembangunan kekuatan TNI Angkatan Udara yang realistis, bertahap, dan berorientasi jangka panjang guna mendukung kesiapan operasional secara berkelanjutan. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.