HANKAM

Wakasal hingga Pangkoarmada RI Dapat Brevet Perwira Tempur Laut, Ini Arti Penghargaannya

Wakasal Laksamana Madya Erwin S Aldedharma
Wakasal Laksamana Madya Erwin S Aldedharma menerima brevet kehormatan Principal Warfare Officer di Surabaya, Selasa (4/11). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Erwin S Aldedharma bersama sepuluh perwira tinggi (pati) TNI AL lainnya menerima Brevet Kehormatan Perwira Tempur Laut atau Principal Warfare Officer (PWO). Penyematan dilakukan di Surabaya, Selasa (4/11).

Sebanyak 10 perwira tinggi lainnya yang mendapat kehormatan itu, yakni Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata, Irjenal Laksamana Madya Achmad Wibisono, Irjen TNI Laksamana Madya Hersan, staf khusus KSAL Laksamana Madya Agus Hariadi.

Kemudian, Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) KSAL Laksamana Muda Hudiarto Krisno Utomo, Asisten Operasi (Asops) KSAL Laksamana Muda Yayan Sofiyan, Wakil Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) Laksamana Muda Singgih Sugiharto.

Baca Juga: Tinjau Pembangunan Yonif TP 823/Raja Wakaaka, Menhan Sjafrie: Perkuat Pertahanan dan Kedekatan TNI dengan Rakyat

Selanjutnya, Pangkoarmada I Laksamana Muda Haris Bima Bayuseto, Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo, dan Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda Sigit Santoso.

perwira tinggi TNI AL
10 perwira tinggi TNI AL lainnya turut menyandang brevet kehormatan Principal Warfare Officer. (Foto: Dok. Dispenal)

Pada kesempatan itu, Komandan Kodiklatal Letjen (Mar) Nur Alamsyah mengatakan, brevet kehormatan ini menjadi bentuk pengakuan atas peran dan kontribusi para perwira tinggi terhadap pembinaan kemampuan serta kesiapsiagaan operasi TNI AL.

“Brevet yang berlogo kapal atas air dengan bintang merah di atasnya ini merupakan simbol kompetensi dalam setiap operasi laut yang menjadi tulang punggung kekuatan maritim Indonesia,” ujar Nur Alamsyah, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (5/11).

Baca Juga: Menhan-Panglima TNI Tinjau Penertiban Tambang Ilegal Morowali, Tekankan Pengelolaan SDA Harus Dilengkapi Aparat

Ia menambahkan, penyematan brevet ini juga sejalan dengan salah satu prioritas KSAL Laksamana Muhammad Ali dalam pembangunan sumber daya manusia untuk mewujudkan prajurit TNI AL yang profesional dan berdaya gentar.

Brevet kehormatan Principal Warfare Officer merupakan kualifikasi bagi perwira korps pelaut yang telah menempuh pelatihan lanjutan di bidang taktik peperangan laut, mencakup peperangan udara, permukaan, bawah laut, hingga peperangan elektronik. Perwira yang memegang brevet ini memiliki kemampuan mengoordinasikan seluruh aspek peperangan di laut. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.