HANKAM

Wakasal Beri Pengarahan Lulusan Lemhannas LXI

Wakasal Beri Pengarahan Lulusan Lemhannas LXI
Photo: Dok. Dispenal

Jakarta, IDM - Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., mewakili Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., memberikan pengarahan kepada 12 (dua belas) Perwira Menengah lulusan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXI Tahun 2020 Lembaga Pertahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) di Gedung Neptunus, Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur. Kamis, (15/10).
 
Kedua belas Pamen tersebut adalah Kolonel Laut (P) Bambang Irawan, S.E., M.Tr.Opsla., Kolonel Laut (P) Wasis Priyono, S.T., M.Tr.  (Han)., Kolonel Laut (P) Riduwan Purnomo, S.T., M.M., Kolonel Laut (P) Sawa, S.E., M.M., Kolonel Laut (P) Friche Flack, Kolonel Laut (P) May Franky Pasuna Sihombing, Kolonel Laut (T) Rudi Parulian Simorangkir, S.E., Kolonel Laut (T) Widyanto Pudyo Purnomo, S.H., M.H., Kolonel Laut (E) Maulana, S.T., M.Si., Kolonel Laut (E) Saptono Djuniawan, S.E., M.A.P., Kolonel Mar Muhammad Nadir dan Kolonel Mar Supriyono, S.E., M.M.
 
Dalam pengarahannya, Wakasal menyampaikan ucapan selamat kepada para Perwira TNI AL yang telah menyelesaikan pendidikan Lemhannas Angkatan LXI Tahun 2020 dan berpesan agar selalu bersyukur, ikhlas dan positive thinking dalam menjalankan setiap penugasan. “Yakinlah bahwa nasib kita sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa, yang terpenting niatkan hati kalian fokus bekerja keras dengan baik untuk bangsa, negara dan TNI Angkatan Laut,” lanjutnya.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., memberikan pengarahan kepada 12 (dua belas) Perwira Menengah lulusan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXI Tahun 2020 Lembaga Pertahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) di Gedung Neptunus Photo: Dok. Dispenal

 
Selain itu Wakasal juga menyampaikan kepada para alumni, fokus TNI AL saat ini dalam menghadapi tugas-tugas ke depan adalah penyiapan Alutsista khususnya KRI Combat Class seperti Ship Integrated Geometrical Modularity Approach (SIGMA), Kapal Cepat Rudal (KCR) dan Multi Role Light Frigate (MRLF) harus sudah sempurna di semua lini kesiapan kapal, tentunya kekuatan Marinir juga harus kuat sebagai penyeimbang.
 
Sedangkan berkaitan bidang personel, yaitu dengan merekrut putra daerah yang penugasannya akan ditempatkan didaerahnya sehingga diharapkan dapat mengurangi permasalahan keluarga bagi personel TNI AL. Ini dibuktikan dengan dibukanya Pendidikan Siswa Dikmaba dan Dikmata PK TNI AL, Program Khusus Papua Calon Pengawak Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Angkatan I T.A. 2020 di Koarmada III. Di samping itu, pemimpin TNI AL juga akan memberikan prioritas kepada personel pengawak KRI dan Pasukan untuk bisa mengikuti Diktukpa dan Dikcaba. (wan/man)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.