HANKAM

Wadankodiklat TNI: Rudal Balistik Jadi Gambaran Baru untuk Pengembangan Doktrin Operasi Amfibi

Wadankodiklat TNI Marsekal Muda Widyargo Ikoputra saat pembukaan latgabma Super Garuda Shield 2024 di Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (28/8). (Foto: Dok. Puspen TNI)
Wadankodiklat TNI Marsekal Muda Widyargo Ikoputra saat pembukaan latgabma Super Garuda Shield 2024 di Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (28/8). (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM –  Wakil Komandan Komando Pendidikan dan Latihan (Wadankodiklat) TNI Marsekal Muda Widyargo Ikoputra menyebutkan penggunaan rudal balistik dapat menjadi rujukan untuk pengembangan doktrin operasi amfibi yang lebih modern.

Menurutnya, penggunaan rudal balistik merupakan salah satu modernisasi bidang militer yang sudah diterapkan di negara maju untuk menghancurkan sasaran di pantai pendaratan sebelum pelaksanaan operasi amfibi oleh pasukan dan unsur Marinir.

"Hal ini memberikan gambaran baru yang baik untuk pengembangan doktrin," kata Ikoputra saat memimpin evaluasi latihan gabungan bersama Super Garuda Shield 2024, dikutip dari keterangan Pasmar 2, Kamis (12/9).

Baca Juga: Evaluasi SGS 2024, Modernisasi Alutsista Marinir TNI AL untuk Serangan Amfibi Diperlukan

Sebelumnya, Komandan Kodiklat TNI yang saat itu masih dijabat oleh Laksamana Madya Maman Firmansyah mengungkapkan Super Garuda Shield merupakan upaya TNI dalam melakukan transformasi peperangan masa kini.

Dia melanjutkan, model pertempuran dari sejumlah militer negara sahabat yang mengikuti manuver lapangan pada latihan ini akan dijadikan referensi oleh TNI untuk diadopsi dalam rangka transformasi peperangan masa depan yang tidak melulu konvensional.

"Tentunya (adopsi model pertempuran) menggunakan referensi-referensi yang ada di kami sendiri. Pada latgabma Super Garuda Shield, kami hanya mencari mana yang lebih baik untuk diadopsi," kata Maman saat ditemui di Situbondo, Jawa Timur, Jumat (6/9).

Baca Juga: Digelar Ke-38 Kali, Patroli Terkoordinasi Indonesia-Filipina Fokus Masalah Perlintasan Batas

Oleh karena itu, lanjutnya, model latihan gabungan bersama dengan pasukan dari negara asing merupakan upaya TNI dalam mengenal dan mempelajari perbedaan doktrin tempur untuk mengadopsi model pertempuran yang baru.

"Berbagi pengalamannya itu yang paling penting di sana, interopabilitasnya sangat penting. Kami melihat bagimana cara (pola militer) Amerika seperti apa, lalu kami akan demikian. Pengalaman menjadikan yang terbaik bagi kami, TNI," ungkapnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.