Usai Penugasan di Papua, Satgas Yonif 631 Kembalikan Bendera Perang

Jakarta, IDM – Usai melaksanakan tugas Operasi Pamtas RI - PNG Mobile Wilayah Papua TA. 2025-2026, Satgas Yonif 631/Antang mengembalikan bendera perang saat tiba kembali di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Jumat (31/7).
Dilansir dari keterangan Penkorem 101/Antasari, kedatangan para prajurit ini disambut langsung oleh Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin.
Baca Juga: Aksi Pasukan Khusus Taifib Marinir Tembus Laut Ancol lewat Renang Tempur!
"Suasana haru dan penuh rasa bangga mewarnai prosesi penganugerahan kalung bunga serta penyerahan kembali Bendera Perang sebagai simbol keberhasilan misi menjaga kedaulatan NKRI. Dalam kesempatan ini, turut dibacakan berbagai deretan prestasi gemilang yang berhasil diukir Satgas Yonif 631/Antang selama bertugas di bumi Cenderawasih," tulis keterangan Korem 101/Antasari.

Untuk diketahui, Bendera Perang Satgas Yonif 631/Antang merupakan simbol kehormatan, kedaulatan NKRI, serta lambang kesuksesan misi yang diserahkan dan dikembalikan dalam setiap upacara resmi penugasan operasi militer.
Batalion ini berada di bawah komando Kodam XXII/Tambun Bungai. Sebagai satuan tempur elite berkualifikasi Raider yang bermarkas di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, bendera perang mereka memegang peran sakral dalam tradisi militer.
Baca Juga: TNI AU dan RSAF Perkuat Diplomasi Pertahanan lewat JOEP 2026
Biasanya sebelum pasukan diterjunkan ke medan penugasan, Bendera Perang diserahkan langsung oleh Panglima Kodam kepada Komandan Satgas (Dansatgas) sebagai mandat resmi negara. Ketika masa tugas operasi selesai dan pasukan kembali ke markas, bendera ini diserahkan kembali kepada Pangdam.
Saat bertugas di Papua, Satgas Yonif 631/Antang mencatatkan sejarah besar dengan memecahkan rekor melalui kesuksesan pembentangan Bendera Merah Putih Terbesar di Puncak Grasberg, Papua. Terbaru Satgas ini melaksanakan pengamanan objek vital nasional di wilayah Papua tanpa korban dan kembali dalam formasi lengkap yaitu sebanyak 450 prajurit yang diberangkatkan kembali ke home base dalam kondisi aman dan lengkap tanpa kehilangan personel.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































