HANKAM

Usai Dilantik Presiden, Pangkostrad Resmikan Monumen Infanteri di Bandung

Monumen Patung Prajurit Infanteri
Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan meresmikan Monumen Patung Prajurit Infanteri di Markas Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), Bandung, Jawa Barat, Senin (19/10). (Foto: Dok. Penkostrad)

Jakarta, IDM – Pascadilantik Presiden Prabowo Subianto, Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Iwan Setiawan langsung meresmikan Monumen Patung Prajurit Infanteri di Markas Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), Bandung, Jawa Barat, Senin (19/10).

Dilansir dari keterangan Penkostrad, Selasa (20/10), Iwan mengatakan peresmian monumen ini menjadi wujud penghormatan terhadap sejarah, perjuangan, dan pengabdian Korps Infanteri TNI Angkatan Darat, sekaligus simbol kekuatan, keperkasaan, serta kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, baik di dalam maupun di luar negeri, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga: Kodam IX/Udayana: Mayor TNI AD Terjaring Razia Tempat Hiburan, Langsung Ditahan

"Monumen tersebut bukan sekadar karya seni, melainkan representasi semangat juang, kebanggaan, dan jati diri prajurit infanteri yang senantiasa siap menjalankan tugas demi bangsa dan negara," kata Iwan.

Monumen Patung Prajurit Infanteri
(Foto: Dok. Penkostrad)

Lebih lanjut, Iwan menegaskan bahwa kebanggaan sebagai prajurit infanteri harus diwujudkan melalui kesiapan diri secara menyeluruh, baik dari aspek fisik, kemampuan, maupun dukungan materiil. Kesiapan tersebut menjadi modal utama dalam menghadapi setiap tantangan tugas yang semakin dinamis.

Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan
(Foto: Dok. Penkostrad)

Ia juga mengapresiasi perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terhadap pemenuhan perlengkapan dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) guna mendukung pelaksanaan tugas prajurit di lapangan.

Baca Juga: 2 Kapal Perang TNI AL Jalani MRO di PT PAL Indonesia

Untuk diketahui, pembangunan Monumen Patung Prajurit Infanteri ini digagas langsung oleh Letjen TNI Iwan Setiawan saat menjabat sebagai Komandan Pussenif. Monumen tersebut menjadi wujud komitmen dalam menghargai warisan sejarah militer sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi prajurit penerus.

Terbuat dari bahan perunggu dengan tinggi mencapai 10 meter, monumen ini menjadi salah satu ikon kebanggaan Korps Infanteri TNI AD yang merepresentasikan ketangguhan, profesionalisme, dan semangat pantang menyerah prajurit di medan pengabdian.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.