HANKAM

Urgensi Kenaikan Pangkat Pimpinan Tiga Pasukan Khusus TNI

Pasukan Operasional
Penetapan kenaikan pangkat tiga pimpinan pasukan khusus TNI dalam upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung. (IDM/Muhammad Hidayat)

Jakarta, IDM – TNI menggelar Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Suparlan, Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung, Minggu (10/8).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto serta diikuti oleh sebanyak 27.384 personel TNI.

Salah satu sorotan dalam upacara itu adalah peningkatan kepangkatan bagi pimpinan pasukan khusus di tiga matra TNI: Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Korps Marinir, dan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat).

Baca Juga: Setelah Upacara Kehormatan Militer, Para Prajurit Salat dan Makan Bersama di Bawah Terik Batujajar

Sebelumnya, jabatan tersebut diemban perwira tinggi (Pati) TNI bintang dua. Seusai upacara, pangkatnya naik menjadi Pati bintang tiga, disertai perubahan nomenklatur dari komandan menjadi panglima.

Adapun kebijakan tersebut ditetapkan sebagai langkah penyesuaian atas meningkatnya beban tugas dan tanggung jawab yang diemban serta bertambahnya satuan yang di bawah komandonya.

Penetapan kenaikan pangkat.
Presiden RI Prabowo Subianto memimpin upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung. (IDM/Muhammad Hidayat)

"Hal ini sesuai dengan dinamika lingkungan strategis yang berkembang saat ini serta doktrin pola pertahanan pulau besar dan gugusan pulau-pulau strategis yang diterapkan," tulis Pusat Penerangan TNI dalam siaran persnya.

Baca Juga: Daftar 6 Kodam dan Satuan Teritorial Pembangunan yang Baru Diresmikan Presiden Prabowo di Batujajar

Saat ini, Panglima Kopassus dijabat Letjen TNI Djon Afriandi, Panglima Korps Marinir (Pangkormar) oleh Letjen TNI (Mar) Endi Supardi, dan Panglima Kopasgat oleh Marsdya TNI Deny Muis.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo turut meresmikan dan mengukuhkan sejumlah satuan baru TNI, antara lain 6 Komando Daerah Militer, 14 Komando Daerah Angkatan Laut, 3 Komando Daerah Angkatan Udara, 1 Komando Operasi Udara, 6 Grup Komando Pasukan Khusus.

Selain itu, terdapat 20 Brigade Teritorial Pembangunan, 1 Brigade Infanteri Marinir, 1 Resimen Korps Pasgat, 100 Batalyon Teritorial Pembangunan, 5 Batalyon Infanteri Marinir, dan 5 Batalyon Komando Pasukan Gerak Cepat. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.