Unsur Tempur TNI AU Siap Tampilkan Beragam Formasi Udara di Upacara Kehormatan Militer

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) melalui unsur tempurnya siap menampilkan beragam formasi udara dalam demo udara Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer yang akan digelar di Batujajar, Bandung, 10 Agustus 2025.
Komandan Wing Udara 3 Lanud Iswahjudi, Kolonel Pnb Bambang Apriyanto, menjelaskan bahwa unsur tempur yang dikerahkan dalam momen istimewa itu terdiri dari pesawat F-16 Fighting Falcon dan T-50i Golden Eagle.
Pesawat-pesawat tersebut berasal dari empat skadron udara TNI AU meliputi Skadron Udara 3, 14, dan 15 Lanud Iswahjudi, Madiun, serta Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
Baca Juga: Danpaspampres Gelar Kesiapan Pasukan dan Alutsista Jelang HUT Ke-80 RI
"Unsur tempur akan menampilkan tiga jenis formasi. Formasi yang pertama adalah formasi tiga pesawat F-16 dari Skadron Udara 16 sebagai formasi pembuka jalannya demo gabungan," jelas Kolonel Pnb Bambang yang juga bertindak sebagai komandan unsur tempur demo udara kali ini.

Formasi selanjutnya terdiri dari sembilan pesawat gabungan F-16 dan T-50i yang akan melakukan manuver bomb burst. Demo udara akan ditutup dengan formasi tiga pesawat F-16 melintas di atas podium secara bergantian dalam manuver escape pass.
Baca Juga: Deretan Alutsista Canggih TNI AD Hingga Kerja Senyap Pusziad Jelang Upacara Kehormatan Militer
Bambang menambahkan, total penerbang tempur yang terlibat langsung (on seat) dalam demo udara ini berjumlah 20 personel. “Karena ada pesawat single seat dan tandem seat, totalnya sekitar 20 penerbang akan mengisi pesawat-pesawat tersebut. Kami juga didukung oleh penerbang non-operasional dan ground crew yang memastikan kesiapan pesawat untuk setiap sesi gladi,” jelas dia.

Faktor Cuaca dan Kesiapan Pesawat
Faktor cuaca menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan demo udara. Meski demikian, para penerbang TNI AU telah dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kondisi.
“Saat melakukan penerbangan di wilayah Bandung, kami harus holding di area Kawah Putih, Ciwidey, yang memiliki medan cukup tinggi, termasuk wilayah selatan Cianjur. Karena itu, kami sangat bergantung pada kondisi cuaca,” ungkap Bambang.
Baca Juga: Tiga Ranpur Kavaleri TNI AD Serbu PLTU Bengkayang Karena Musuh Padamkan Listrik
Ia berharap kondisi cuaca tetap kondusif hingga pelaksanaan upacara. Namun jika tidak, pihaknya telah menyiapkan beberapa skenario alternatif.
“Apabila cuaca tidak mendukung, kami tetap akan menampilkan beberapa sajian formasi yang telah disesuaikan,” tambahnya.
Selain cuaca, kesiapan pesawat juga menjadi perhatian. “Pesawat generasi keempat ini memang agak riskan dengan cuaca panas, tetapi kami sudah melaksanakan langkah-langkah mitigasi. Beberapa pesawat juga kita cover, kemudian kita laksanakan pengecekan berkala sehingga kendala tersebut dapat kita atasi,” tutur Danwing 3. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































