HANKAM

Unit Pertama Kapal PPA Italia Datang ke Indonesia Awal 2025

Unit Pertama Kapal PPA Italia Datang ke Indonesia Awal 2025
KSAL Laksamana Muhammad Ali di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Selasa (12/11). (IDM/Aini Tartinia)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan, unit pertama kapal patroli multiguna atau Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) dari Italia akan tiba di Indonesia, pada awal 2025 mendatang.

"Mungkin awal tahun depan (2025) sudah bisa datang salah satu PPA-nya," ungkap Ali kepada awak media di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Selasa (12/11).

Dia mengatakan kedua unit PPA Italia yang dipesan pemerintah Indonesia untuk TNI AL, saat ini sudah memasuki tahapan penandatanganan untuk uang muka.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Gelar Rapat Bantuan Teknis Terkait Judi Online bersama Menkomdigi, Kabin dan Panglima TNI

"Kemudian PPA ini tahapnya sudah ditandatangani untuk uang muka kalau tidak salah sudah ditandatangani oleh Menteri Keuangan (Menkeu) dan harapannya dalam waktu dekat (unit pertama datang)" kata Ali.

Selain itu, dia juga menyebutkan kedua unit PPA Italia telah diberikan nama yang berasal dari tokoh pemimpin kerajaan di Nusantara, yakni Prabu Brawijaya yang merupakan seorang Raja Majapahit dan Prabu Siliwangi seorang Raja Pajajaran.

"Namanya memang sudah ditentukan, itu nanti namanya KRI Brawijaya dan KRI Siliwangi," sebutnya. Adapun pemilihan nama tersebut mewakili tokoh penting dari dua daerah di Pulau Jawa, yaitu di Jawa Timur dan Jawa Barat.

Baca Juga: KSAL: 2 PPA Italia Diberi Nama KRI Brawijaya dan Siliwangi

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Fincantieri, Italia, menyepakati kontrak pembelian dua unit PPA kelas Thaon di Revel, Kamis (28/3) untuk TNI AL. Pengadaan itu direalisasikan Kemhan untuk menggantikan fregat Van Speijk kelas Ahmad Yani di artileri persenjataan angkatan laut (arsenal) yang usianya tidak muda lagi.

PPA itu memiliki spesifikasi panjang 143 meter dan lebar kapal sekitar 16,5 meter, bobot perpindahan 6.250 ton (muatan penuh), kecepatan maksimum lebih dari 30 knot, dan daya jelajah 5.000 mil laut. Kapal ini diklaim memiliki kemampuan multifungsi dan peperangan empat dimensi yang didukung peralatan dan sistem teknologi terkini. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.