HANKAM

Unhan RI Gandeng Thales Perkuat Kerja Sama Keamanan Siber

Unhan RI dan Thales
Unhan RI dan Thales menandatangani Implementing Arrangement di Kampus Bela Negara Unhan RI, Jakarta (Foto: Dok. Thales)

Jakarta, IDM – Universitas Pertahanan (Unhan) RI dan Thales menandatangani Implementing Arrangement untuk memulai kolaborasi dalam membangun keahlian keamanan siber. Dokumen itu ditandatangani oleh Rektor UNHAN RI Letnan Jenderal TNI (Purn.) Anton Nugroho dan Vice-President Thales untuk Asia Nicolas Bouverot di Kampus Bela Negara Unhan RI, Jakarta pada Selasa (24/2).

Melalui kerja sama ini, Unhan RI berkomitmen memperkuat kapasitas akademik, riset, serta pelatihan profesional di bidang keamanan siber guna mendukung kepentingan nasional dan menjaga kedaulatan digital Indonesia.

Baca Juga: TNI AD Wujudkan RSPAD Gatot Soebroto jadi RS Militer Kelas Dunia

“Unhan RI berkomitmen untuk mempersiapkan para pemimpin pertahanan masa depan yang adaptif, cakap secara teknologi, dan siap merespons tantangan keamanan yang terus berkembang. Kami percaya bahwa kolaborasi dengan mitra strategis seperti Thales akan berkontribusi secara signifikan terhadap misi ini," kata Anton, melansir keterangan tertulis.

Menurut Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), antara Januari hingga Juli 2025, terdapat 3,64 miliar serangan siber atau anomali lalu lintas di Indonesia. Jika ditargetkan pada infrastruktur kritis, operasional pemerintah, atau sistem militer, serangan ini memiliki kapasitas untuk mengancam keamanan nasional secara signifikan, mengganggu layanan esensial, dan menciptakan ketidakstabilan ekonomi.

Baca Juga: 21 Perwira dari Tiga Matra Ikuti Pendidikan Arhanud TNI AD

Dengan demikian, keamanan siber merupakan salah satu pilar pelindung keamanan data dan penguatan pertahanan nasional. Kerja sama ini juga memperkuat komitmen Thales untuk membangun kapabilitas lokal, meningkatkan sumber daya manusia, dan mengembangkan literasi siber di salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Angkatan pelatihan pertama akan dipilih secara bersama oleh UNHAN RI dan Thales, dengan program yang diperkirakan akan dimulai pada kuartal kedua tahun 2026.

"Ini adalah perjanjian pertama Thales dengan universitas ternama di Indonesia, dan ini mewakili komitmen Thales untuk melatih dan membina generasi talenta keamanan siber berikutnya yang dapat membantu menjaga pertahanan Indonesia. Kami berharap ini dapat menjadi model bagi kemitraan akademik di masa depan pada topik-topik yang lebih luas nantinya,” ujar Bouverot. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.