Unhan RI Bahas Pembentukan Prodi Kedokteran Gigi, Siapkan Dokter Gigi Militer untuk Wilayah 3T

Jakarta, IDM – Universitas Pertahanan (Unhan) RI tengah mematangkan rencana pembentukan program studi kedokteran gigi di Fakultas Kedokteran Militer. Langkah ini dibahas melalui forum diskusi di Sentul, Bogor, Rabu (26/11) dibuka resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Kelembagaan, Inovasi, dan Teknologi, Laksamana Pertama Buddy Suseto.
Pembukaan progam studi baru ini disebut menjadi momentum penting bagi penguatan kapasitas tenaga kesehatan pertahanan, terutama dalam menjawab tantangan distribusi dokter gigi di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan lingkungan TNI.
Baca Juga: Marinir Uji Perlengkapan Pelindung Prajurit Anti-Peluru dan Mengapung di Air
“Perlu kesiapan kurikulum, dosen, fasilitas, hingga tata kelola agar program studi kedokteran gigi memenuhi standar nasional sekaligus kebutuhan strategis pertahanan,” ucap Buddy, dikutip dari keterangan Humas Unhan RI, Kamis (27/11).
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Kedokteran Militer Unhan RI Mayjen Didy Surachman, juga menegaskan program studi kedokteran gigi militer dirancang menggabungkan kompetensi kedokteran gigi dengan perspektif militer.
“Kehadiran progam studi ini penting untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan gigi bagi prajurit serta kebutuhan pertahanan negara,” ujarnya.
Forum diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Kemendikbudristek, Kementerian Kesehatan, dan AFDOKGI. Para narasumber membahas regulasi pembukaan program studi kedokteran gigi, tantangan pemerataan tenaga dokter gigi nasional, serta standar mutu pendidikan dokter gigi di Indonesia.
Baca Juga: Respons Ancaman Laut Diuji, Koarmada I Latihan Peperangan Anti-Udara hingga Anti-Kapal Selam
Ketua tim kelompok kerja pembentukan FKG Unhan RI Kolonel Laut (K) Yun Mukmin Akbar, turut memaparkan roadmap kelembagaan, kebutuhan sumber daya manusia, serta tahapan pembukaan prodi sesuai regulasi yang berlaku.
Melalui forum diskusi ini, Unhan RI menegaskan komitmen menghadirkan fakultas kedokteran gigi yang unggul, berstandar nasional, serta berkontribusi nyata dalam memperkuat kesehatan pertahanan negara, termasuk mempercepat ketersediaan dokter gigi militer untuk wilayah 3T. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































