HANKAM

Unhan Kirim Kadet 2 Fakultas ke UEA, Ikuti Program Pertukaran Pelajar

Kadet
Sejumlah kadet mahasiswa Unhan dari Fakultas MIPA Militer dan Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan di Sentul, Bogor, Jumat (2/1) dikirim ke Akademi Rabdan, UEA, untuk mengikuti program pertukaran pelajar. (Foto: Dok. Unhan RI)

Jakarta, IDM – Universitas Pertahanan (Unhan) mengirimkan kadet dari dua fakultas untuk mengikuti program pertukaran pelajar di Akademi Rabdan, Uni Emirat Arab (UEA). Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Rektor Unhan Letjen (Purn) Anton Nugroho di Sentul, Bogor, Jumat (2/1).

Adapun peserta program terdiri atas kadet dari Fakultas MIPA Militer dan Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan. Dari Fakultas MIPA Militer, peserta meliputi Sersan Mayor Dua Kadet Alief Syahnur Almaida dan Sersan Mayor Dua Kadet Suryadi Mulya Ismauz dari Program Studi Matematika.

Sementara dari Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan, peserta terdiri atas Sersan Mayor Dua Kadet Agung Nurdiasyah dari Program Studi Teknik Informatika, Sersan Mayor Dua Kadet Siulan Bethari Supriyadi dari Program Studi Teknik Sipil, serta Sersan Mayor Dua Kadet Carina Alexandria dari Program Studi Teknik Mesin.

Baca Juga: 200 Personel Satgas Kuala Dikerahkan untuk Percepatan Rehabilitasi Aceh Tamiang

Program ini didampingi oleh dosen tetap Program Studi Fisika Fakultas MIPA Militer Unhan, Mutia Meirani.

Pada kesempatan tersebut, Anton menegaskan program pertukaran pelajar ini tidak hanya bertujuan memperluas pengalaman akademik, tetapi juga membentuk cara berpikir yang lebih terbuka dan strategis melalui interaksi lintas disiplin dan lintas budaya.

Kadet
(Foto: Dok. Unhan RI)

“Kadet Unhan harus memiliki wawasan yang beragam agar mampu berpikir lebih terbuka dan strategis,” kata Anton, dikutip dari Humas Unhan RI, Senin (5/1).

Anton juga memberikan arahan, pembinaan, dan motivasi kepada para kadet agar memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi integritas selama mengikuti program.

Baca Juga: Awal 2026, Lima Anggota OPM Kembali ke NKRI karena Pendekatan Humanis TNI AD

Menurut Anton, kerja sama akademik bersama Akademi Rabdan merupakan bagian dari komitmen Unhan dalam mendorong internasionalisasi pendidikan pertahanan yang sejalan dengan kebijakan nasional.

“Melalui program ini, para kadet diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman strategis, pemahaman budaya, serta jejaring internasional yang bermanfaat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia juga berharap para peserta mampu menjadi duta institusi dan calon pemimpin pertahanan masa depan yang berwawasan global, adaptif, serta tetap berpegang pada nilai dan jati diri Unhan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.