HANKAM

Uji Pelayaran KRI Prabu Siliwangi-321 di Italia, Fokus Sistem Kapal hingga Kesiapan Awak

Prajurit TNI AL
Para prajurit TNI AL menjalani uji pelayaran perdana KRI Prabu Siliwangi-321 di Italia, Kamis (8/1). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – KRI Prabu Siliwangi-321 menjalani uji pelayaran perdana dari galangan Fincantieri menuju dermaga North Side Arsenale Italian Navy, Kamis (8/1). Pelayaran ini menjadi yang pertama bagi kapal bersama pengawak baru di bawah komando Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengatakan, sebelum pelaksanaan uji pelayaran, komandan KRI menekankan aspek keselamatan, pembagian tugas jaga, serta tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh para prajurit.

“Selama pelayaran, pengujian difokuskan pada pengecekan fungsi sistem utama kapal, mulai dari sistem pendorongan, kemudi, navigasi, hingga komunikasi internal,” kata Tunggul dalam keterangannya, dikutip Sabtu (10/1).

Baca Juga: Kogabwilhan III Perkuat Layanan Kesehatan Inklusif Papua lewat Bantuan Alat Bantu Dengar

Ia menjelaskan, kapal juga diuji pada berbagai variasi kecepatan dan manuver guna mengenali karakteristik kapal sekaligus melatih koordinasi antarbagian, khususnya antara anjungan dan kamar mesin.

Menurut Tunggul, uji pelayaran ini dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran langsung bagi pengawak baru agar mampu memahami prosedur pengoperasian kapal secara terpadu dan profesional.

“Komandan KRI juga menyampaikan evaluasi singkat dan menegaskan bahwa uji pelayaran perdana ini merupakan tahap awal pembentukan soliditas tim serta penguasaan kapal secara menyeluruh,” ujarnya.

Baca Juga: CN235-100M TNI AU Kembali Mengudara Usai Jalani Program Restorasi oleh PTDI

Ia menambahkan, hasil kegiatan menunjukkan kesiapan awal yang baik dari seluruh pengawak. Kesiapan tersebut akan terus ditingkatkan melalui rangkaian uji pelayaran lanjutan hingga kapal dinyatakan siap beroperasi.

KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan kapal patroli lepas pantai (OPV) yang memiliki spesifikasi yang serupa dengan sistership KRI Brawijaya-320. Sebagai pembanding, KRI Brawijaya-320 memiliki panjang 143 meter, kecepatan maksimal 32 knot, serta mampu membawa hingga 171 personel.

Kapal jenis ini dirancang untuk menjalankan peperangan anti-udara (anti-air warfare/AAW) dengan desain modular dan fleksibel. Sistemnya memungkinkan konfigurasi sesuai kebutuhan operasi angkatan laut modern, dilengkapi combat management system (CMS) terintegrasi dengan sensor, persenjataan, komunikasi, dan navigasi berbasis jaringan data berkecepatan tinggi. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.