Uji Nyali, Prajurit Kostrad Ikuti Lomba Tembak Jarak Dekat

Jakarta, IDM – Uji nyali atau keberanian, prajurit Yonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad menggelar lomba berbeda dari pada biasanya. Lomba ini bertemakan Cakra Outbound dan Airsoft Gun untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Kostrad di Markas Yonif 411, Salatiga, Senin, (24/2).
Baca Juga: Siap Beroperasi, Pesawat KT-1B Woong Bee LL-0113 Selesai Jalani Pemeliharaan di Sathar 11
Dalam keterangan resminya Penyonif Yonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad menjelaskan dalam lomba ini para prajurit harus melewati berbagai tantangan yang unik untuk beradu fisik, ketangkasan keterampilan dan kerja sama.

Puncak dari Lomba Cakra Outbound dan Airsoft Gun ini juga menampilkan perlombaan Close Quarter Battle (CQB) yang berkolaborasi dengan komunitas Airsoftgun Salatiga. Perlombaan CQB ini, menantang prajurit Pandawa Kostrad untuk menunjukkan kemampuan tempur mereka dalam situasi pertempuran jarak dekat.
Baca Juga: Program Air TNI AD Beri Manfaat untuk 1,2 Juta Warga Indonesia
Dengan kegiatan ini, prajurit Yonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad menunjukkan kekompakan, kerjasama dan komitmen dalam meningkatkan kemampuan dan kesiapan menghadapi tantangan tugas ke depan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































