Uji Kemampuan Teknis, Ratusan Taruna AAU Ikuti Latihan Terjun Statik Perdana

Jakarta, IDM – Sebanyak 142 taruna Akademi Angkatan Udara (AAU), yang terdiri dari dua taruna Tingkat II Werving 2023 dan 140 taruna Tingkat I Werving 2024, mengikuti latihan penerjunan statik perdana yang digelar di Lanud Sulaiman, Bandung, Jumat (9/5).
Ratusan taruna tersebut merupakan siswa Kursus Para Dasar (Susparadas) Angkatan 203, di mana mereka telah menyelesaikan program pelatihan intensif di Skadron Pendidikan (Skadik) 801 Wing Pendidikan Pasukan Khas (Wingdikpasgat) 800 selama tiga minggu sebelum mengikuti latihan ini.
Baca Juga: Pangkoopsudnas Lantik Marsma TNI Muzafar sebagai Pangkoopsud I
Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam keterangan resminya menjelaskan, TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan pesawat C-130 Hercules untuk mendukung latihan penerjunan para taruna.

Pesawat angkut militer asal Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang tersebut kemudian melaksanakan tiga sortie penerbangan serta 14 run selama latihan berlangsung.
Baca Juga: Empat Pati TNI AL Naik Pangkat, Ada Laksdya Edwin
Sebagai bagian dari sistem pendidikan militer terpadu, latihan ini tidak hanya menguji kemampuan teknis terjun payung, tetapi juga memperkuat karakter dan kepercayaan diri para taruna dalam menghadapi dinamika penugasan.
“Latihan ini menjadi tonggak penting dalam membentuk keberanian, ketangguhan mental, dan kesiapan fisik para taruna sebagai calon perwira TNI AU masa depan,” tulis Dispenau dikutip Minggu (11/5). (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































