HANKAM

Uji Coba Operasional Bom TAG 82, Wakil KSAU Tekankan Pentingnya Kemandirian Industri Senjata Udara

Tactical Air to Ground
Bom TAG 82 yang diuji coba dengan menggunakan pesawat tempur F-16. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU), melalui Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara (Dislitbangau), melakukan uji coba operasional bom Tactical Air to Ground (TAG) 82 practice di Lanud Iswahjudi, Magetan, Senin (16/10).

Dikutip dari keterangan TNI AU, Selasa (17/10), bom yang diuji coba merupakan hasil penelitian dan pengembangan material (Litbangmat) mandiri antara Dislitbangau dengan PT. Tiarangkasa.

"Pada hari pertama, sebanyak 12 bom berhasil ditembakkan dari pesawat tempur F-16 ke sasaran di AWR Pandanwangi untuk dimasukkan ke dalam penilaian kemampuannya," tulis TNI AU.

Baca Juga: Kompak, Usai Pensiun Panglima TNI dan KSAD Ingin Menjadi Petani

Uji coba ini disaksikan oleh Wakil KSAU, Marsdya TNI A. Gustaf Brugman secara live streaming dari Gedung ACMI, Lanud Iswahjudi. Gustaf menyampaikan apresiasi kepada Dislitbangau dan PT Tiarangkasa lantaran kolaborasi mereka telah menjadi bagian penting dalam upaya pemenuhan alutsista secara mandiri, khususnya senjata udara.

Wakil KSAU Marsdya TNI A. Gustaf Brugman
Wakil KSAU Marsdya TNI A. Gustaf Brugman saat meninjau uji coba operasional Bom TAG 82 dengan pesawat tempur F-16 di Lanud Iswahjudi. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Apresiasi senada disampaikan oleh Komandan Lanud (Danlanud) Iswahjudi, Marsma TNI Wastum yang mengungkap rasa bangga dan ucapan terima kasih lantaran Lanud Iswahjudi diberi kehormatan untuk melakukan uji coba ini.

"Mudah-mudahan dengan berhasilnya uji coba operasional ini, kesiapan dalam melaksanalan air to ground semakin baik," ungkap Wastum.

Baca Juga: Bangun Mess 2 Lantai, Pangkostrad: Jika Pindah Tugas ke Jakarta Prajurit Tak Perlu Cari Rumah Lagi

Dari uji coba operasional ini, Kadislitbangau Marsma TNI Wahyu Laksito berharap agar setiap senjata hasil Litbangmat Dislitbangau dapat digunakan untuk menjadi dasar industri senjata dan udara untuk mendukung kegiatan operasional alutsista TNI AU.

"Hasil yang kita capai harus sesuai dengan kaidah dan parameter yang ditentukan," pungkas Wahyu. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.