Tutup Pelatihan Kepemimpinan Pengawas, Kabadiklat Kemhan: Pemimpin Harus Adaptif, Berpikir Strategis dan Berintegritas

Jakarta, IDM – Kepemimpinan merupakan salah satu pilar utama dalam mencapai tujuan organisasi. Melalui sikap kepemimpinan yang mumpuni, kebijakan yang dibuat akan menghasilkan tingkat keberhasilan sesuai dengan rencana.
Amanat tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Zainul Arifin saat menutup kegiatan pelatihan kepemimpinan pengawas (PKP) di Jakarta.
“Pelatihan kepemimpinan yang telah dilaksanakan diharapkan mampu membentuk kepemimpinan pengawas dan meningkatkan kompetensi manajerial pengawas agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik sehingga dapat meningkatkan pelayanan di unit kerjanya,” kata Zainul dalam rilis yang diterima Jumat (6/9).
Baca Juga: Simpatisan OPM Baca Ikrar Setia Kembali ke NKRI
Penyelenggaraan pelatihan ini, lanjut Zainul, telah membekali para peserta dengan kompetensi jabatan baik dari segi wawasan, pola pikir, sikap, dan keahlian dalam menyelesaikan masalah serta menginisiasi adanya gagasan inovasi.
“Sehingga diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, saudara memiliki kompetensi yang komprehensif baik pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang dibutuhkan pada jabatan pengawas,” ujarnya.
Pati lulusan Akmil 93 ini juga menekankan mengenai tantangan dunia kerja saat ini yang dinilai semakin kompleks dan dinamis, terlebih pengaruh perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Lingkungan kerja semakin beragam dan ekspektasi masyarakat terhadap kinerja aparatur negara semakin tinggi,” ungkapnya.
“Oleh karena itu, seorang pemimpin di era sekarang harus mampu beradaptasi dengan cepat, berpikir strategis, dan yang paling penting harus memiliki integritas yang tinggi,” lanjut Zainul.
Untuk itu, dengan digelarnya pelatihan ini, para peserta diajak untuk menggali lebih dalam konsep kepemimpinan yang berorientasi pada inovasi. Pemimpin yang inovatif adalah pemimpin yang tidak takut untuk mencoba hal baru dan selalu mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dan mampu menginspirasi timnya untuk bekerja dengan lebih kreatif dan produktif.
Baca Juga: Interopabilitas 4 Negara dalam Operasi Amfibi Super Garuda Shield 2024
Sementara itu Kasenat PKP Juli Syawaludin mengatakan bahwa selama masa pelatihan untuk para calon pemimpin pada jabatan pengawas di satuan kerja ini, banyak sekali pelajaran yang bisa diterapkan di satuan masing-masing. Ia menambahkan, selain dilatih manajerial, juga diajarkan cara berpikir seperti pemimpin dengan menanamkan sikap inovatif dan integritas.
“Dengan ilmu leadership dan integritas yang unggul diharapkan para siswa dapat mengimplementasikannya di satuan masing-masing demi terwujudnya pelayanan publik yang maksimal,” ucapnya. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































